Mahasiswa KUKERTA UNRI Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Dorong Peluang Usaha Warga Desa Lubuk Mandian Gajah

datariau.com
71 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Dorong Peluang Usaha Warga Desa Lubuk Mandian Gajah

PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Desa Lubuk Mandian Gajah, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari ibu-ibu, anak-anak, dan masyarakat setempat.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KUKERTA UNRI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mendorong terciptanya produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Melalui inovasi tersebut, minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan bernilai jual.

Ketua Kelompok KUKERTA UNRI Desa Lubuk Mandian Gajah, Farhan Habibi Annur, mengatakan kegiatan ini berangkat dari kondisi masih banyaknya masyarakat yang membuang minyak jelantah ke saluran air maupun lingkungan sekitar setelah digunakan berulang kali. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan berpotensi membahayakan kesehatan apabila minyak terus digunakan kembali.

"Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan edukasi bahwa minyak jelantah masih memiliki manfaat apabila diolah dengan tepat. Salah satunya menjadi lilin aromaterapi yang dapat digunakan sendiri maupun dikembangkan sebagai produk usaha rumahan," ujar Farhan.

Baca juga:Mahasiswa KKN FBN UNRI Serahkan Komposter untuk Dukung Pengelolaan Sampah Organik di Rumbai Bukit


Dalam pelaksanaannya, pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak negatif penggunaan minyak jelantah secara berulang terhadap kesehatan serta bahaya pembuangannya secara sembarangan yang dapat mencemari lingkungan.

Setelah sesi materi, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Tahapan yang dilakukan meliputi penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan pewarna dan minyak esensial, hingga proses pencetakan lilin.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta mencoba secara langsung proses pembuatan lilin hingga berhasil menghasilkan produk dengan beragam warna dan aroma.

Tidak hanya memperoleh keterampilan baru, masyarakat juga mendapatkan wawasan mengenai peluang pemasaran lilin aromaterapi sebagai salah satu alternatif usaha berbasis rumah tangga yang berpotensi menambah penghasilan keluarga.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus UNRI Serahkan Peralatan Produksi, KUB Desa Rumbio Mulai Produksi Tahap II Frozen Food Ikan Patin


Mahasiswa KUKERTA UNRI berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Lubuk Mandian Gajah. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah, program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis.

Penulis
: Firli Nur Insani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)