Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Tri Manunggal Manfaatkan Limbah Ternak Menjadi Pupuk Organik Cair

datariau.com
1.496 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Tri Manunggal Manfaatkan Limbah Ternak Menjadi Pupuk Organik Cair

KAMPAR, datariau.com - Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampung merupakan salah satu program dari Universitas Riau yang wajib diikuti oleh mahasiswa Universitas Riau dengan kriteria minimal sudah menjalani 80 SKS mata kuliah.

KKN Bangun kampung ini merupakan bentuk kegiatan pembelajaran yang mengasah softskill kemitraan dan kolaborasi lintas disiplin serta leader ship mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah pedesaan.

Lokasi Kuliah Kerja Nyata yang disediakan oleh Universitas Riau adalah di seluruh desa yang ada di Provinsi Riau. Desa Tri Manunggal merupakan salah satu dari antara desa tersebut. Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampung di Desa Tri Manunggal Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar terdiri atas 10 mahasiswa yang dibimbing oleh Dr Neni Hermita SPd MPd dan diketuai oleh Muhammad Imam Wahyudi yang beranggotakan Muthia Putri Anjani, Siti Nurani Herlina Tamba, Ferina Anisa, Wina Annisa Burhani, NurSyafika, Maryam Robani, Widya Kumala Sari, Ahmad Ridho Mardani dan Fauzi Riski Lubis. Program kerja utama kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik cair (POC) untuk memberikan nilai ekonomis dari kotoran ternak.

Kegiatan pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik cair (POC) dilakukan melalui sosialisasi sekaligus demonstrasi di Aula Kantor Desa pada 04 Agustus 2023. Sebelum melakukan demonstrasi, mahasiswa KKN terlebihdahulu menjelaskan konsep pembuatan pupuk organik cair (POC) menggunakan kotoran ternak sebagai alternatif pupukorganik.

Setelah sosialisasi mahasiswa KKN khususnya jurusanpertanian langsung mempraktekkan bagaimana cara pembuatanpupuk organik cair (POC) tersebut. Adapun bahan yang digunakan ada 5, yaitu limbah kotoran ternak​, gula merah, nanas, EM4 dan air. Cara pembuatannya adalah denganmencampurkan 10 L air, 10 kg kotoran ternak, 0,5 kg kulit nanas (semakin banyak kulit nanas semakin bagus), 300 gr gula merah yang sudah dicairkan. Setelah itu, semua bahan diaduk sampaitercampur rata kemudian masukkan 200 ml EM4. Aduk kembalisemua bahan lalu tutup wadah tersebut namun tetap memberilubang untuk artikulasi udara. Karena waktu pembuatan POC inimemakan waktu sekitar 1-2 bln, maka mahasiswa KKN sudahmenyiapkan sebelumnya POC yang sudah jadi sebagai sampelketika demonstrasi.

Kegiatan ini sangat interaktif karena peternak yang hadirsangat responsif dan antusias dalam bertanya. Rasa antusias inidapat dilihat ketika beberapa peternak ingin membawa POC yang sudah dibuat ketika demonstrasi dan membawa POC yang sudah jadi untuk langsung diaplikasikan ke tanamannya. Sementara beberapa peternak lainnya juga sangat antusiasmerekam cara pembuatan POC ini untuk di praktekkanlangsung. Melihat hal tersebut, kegiatan ini dinilai berhasil danmendapat nilai plus dari kepala dusun serta peternak yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengolahlimbah ternak yang ada menjadi pupuk organik cair (POC) sehingga mampu menambah nilai ekonomis dari limbah itusendiri serta mampu mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan. (*)

Penulis
: Nur Syafika
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)