Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Sungai Majo Pusako Mengolah Tanaman Herbal Menjadi Lilin Aromaterapi dan Permen

datariau.com
619 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Sungai Majo Pusako Mengolah Tanaman Herbal Menjadi Lilin Aromaterapi dan Permen

DATARIAU.COM - Mahasiswa Universitas Riau yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata MBKM di Desa Sungai Majo Pusako, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, mengadakan sosialisasi dengan tema "Pemanfaatan Tanaman Herbal sebagai Lilin Aromaterapi dan Permen Jahe" di rumah salah satu warga Desa Sungai Majo Pusako.

Sosialisasi "Pemanfaatan Tanaman Herbal sebagai Lilin Aromaterapi dan Permen Jahe" dilaksanakan pada 16 Agustus 2024 dilakukan untuk memperlihatkan cara pembuatan lilin aromaterapi serta permen dengan memanfaatkan tanaman herbal yang terdapat di sekitar Desa Sungai Majo Pusako.

Sasaran kegiatan sosialisasi ini adalah ibu-ibu di Desa Sungai Majo Pusako. Mahasiswa Kukerta memberikan penjelasan mengenai cara pembuatan lilin aromaterapi dan permen jahe serta manfaatnya.

Mahasiswa Kukerta membuat sediaan aromaterapi berupa lilin aromaterapi menggunakan tanaman herbal seperti jeruk nipis, cengkeh, kayu manis, serta bahan tambahan lainnya berupa garam kasar, minyak, dan air.

"Lilin aromaterapi ini sangat bermanfaat digunakan di dalam ruangan, salah satu manfaatnya adalah mengusir nyamuk," ujar Ledy, salah satu anggota Kukerta Desa Sungai Majo Pusako.

Lilin aromaterapi ini mengandung minyak atsiri jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang efektif mengusir nyamuk karena mengandung senyawa sitronela, yang bersifat racun dehidrasi (desiccant) bagi serangga.

Selain itu, lilin ini juga bermanfaat untuk merelaksasikan tubuh yang lelah setelah seharian bekerja. Lilin aromaterapi ini juga mengandung aroma-aroma yang tidak disukai nyamuk yang berasal dari aroma cengkeh dan kayu manis.

Selain pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa Kukerta Desa Sungai Majo Pusako 2024 juga mendemonstrasikan cara pembuatan permen kepada ibu-ibu di Desa Sungai Majo Pusako.

Pembuatan permen pada sosialisasi ini memanfaatkan tanaman herbal berupa jahe yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

"Permen jahe ini dapat membantu meredakan masuk angin, membantu meredakan sakit tenggorokan, serta mengatasi penyakit seperti pilek dan batuk," ujar Adinda pada sosialisasi tersebut.

Permen jahe adalah permen yang dibuat dengan penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale). Ekstrak jahe yang terkandung di dalam permen jahe memberikan rasa hangat di tenggorokan saat dikonsumsi sehingga dapat membantu meredakan sakit tenggorokan.

Selain untuk meredakan sakit tenggorokan, mengonsumsi permen jahe juga dapat meningkatkan imunitas dan mengurangi gejala masuk angin.

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Desa Sungai Majo Pusako berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat memanfaatkan tanaman-tanaman herbal yang terdapat di sekitar Desa Sungai Majo Pusako guna mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia serta meminimalisir biaya.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)