Mahasiswa Kukerta UNRI Bersama Tim Cap Panah Merah Sosiasilasi Urban Farming di Kelurahan Simpang Baru

Datariau.com
583 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Bersama Tim Cap Panah Merah Sosiasilasi Urban Farming di Kelurahan Simpang Baru

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau 2021 di Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru melaksanakan sosialisasi ?Urban Farming? di masa pandemi covid-19 bersama Tim Cap Panah Merah.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 resmi diperpanjang lagi hingga 9 Agustus 2021. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

PPKM Level 4 ditetapkan untuk membatasi mobilitas masyarakat agar kasus COVID-19 turun. Di sisi lain, kegiatan ekonomi pun terus tergerus seiring dengan pembatasan dibeberapa titik.

Menyikapi hal tersebut mahasiswa Kukerta UNRI bekerjasama dengan Tim Cap Panah Merah melakukan sosialisasi urban farming (pemanfaatan lahan pekarangan dan kompos limbah rumah tangga) yang berfokus pada ibu rumah tangga di Kelurahan Simpang Baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren urban farming kian diminati oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar.

Awalnya, konsep berkebun di lahan terbatas ini hanyalah sebatas inisiasi dari segelintir komunitas pecinta lingkungan yang bergerak secara mandiri. Kemudian, urban farming pun berkembang secara masif menjelma menjadi tren gaya hidup urban.

Urban farming alias berkebun dan bertani di rumah menjadi populer di masa PPKM ini. Keterbatasan selama PPKM menyebabkan semua orang berpikir untuk keluar dari masalah terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang masih tersisa atau berkebun di rumah merupakan solusi metode pertanian kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas yaitu memanfaatkan lahan pekarangan.

Tidak hanya budidaya tanaman hias, kekinian berkebun juga dilakukan menggunakan buah hingga sayuran yang bisa dimakan. Sejumlah sayuran mulai dari pakcoy, sawi, hingga kangkung bisa ditanam sendiri di rumah tanpa perlu memiliki halaman yang luas.

Selain itu, limbah dan sampah dapur rumah tangga yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan dengan cara mengolahnya menjadi kompos.

Dalam Kegiatan tersebut mahasiswa Kukerta melakukan demonstrasi pembuatan Kompos Cair (POC) dari limbah rumah tangga oleh Samuel Jhon Roy Sibarani Mahasiswa Kukerta UNRI.

Ketua pelaksana, Putri Septiani menjelaskan bahwa kegiatan urban farming ini sangat mudah dilakukan oleh siapapun. Kegiatan urban farming ini tidak memerlukan lahan yang luas untuk bercocok tanam. Bisa melakukannya di rumah atau di tempat tinggal masing-masing.

Lurah Simpang Baru, Zakris mengapresiasi kegiatan ini dimana urban farming sebagai alternatif upaya ketahanan pangan keluarga setidaknya bisa mengatasi kesulitan untuk membeli pangan. (Zicho Achmad Fatahilah)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)