Mahasiswa Kukerta UNRI 2021 Kelurahan Agrowisata Terima Keluhan Pelaku UMKM Keripik Singkong

datariau.com
484 view
Mahasiswa Kukerta UNRI 2021 Kelurahan Agrowisata Terima Keluhan Pelaku UMKM Keripik Singkong

PEKANBARU, datariau.com - Pandemi Covid-19 tidak hanya membawa dampak kesehatan. Tetapi juga memukul dunia usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah kondisi itu Tim KUKERTA UNRI Kelurahan Agrowisata melaksanakan program kerjanya yaitu membantu proses pembuatan keripik singkong milik salah satu warga.

Proses pembuatan keripik cabe tersebut dilakukan di rumah Ibu Masro Ritonga selaku pemilik UMKM yang berada di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Riau.

Pembuatan keripik cabe diawali dengan tahap awal yaitu mengupas dan membersihkan singkong yang akan diolah, selanjutnya singkong tersebut diiris sesuai keinginan. Lalu dilanjutkan dengan proses penggorengan. Setelah proses penggorengan selesai keripik cabe tersebut siap untuk dikemas.

Ibu pemilik usaha ini melakukan pemasaran produknya masih dengan pendekatan personal atau interaksi langsung kepada konsumennya. Seperti diletakkan ke tempat warung-warung terdekat.

"Dalam proses pembuatan keripik cabe tersebut seluruh tim ikut membantu proses pembuatan dari tahap awal sampai akhir. Diharapkan dengan adanya program kerja ini selain dapat membantu, mahasiswa juga dapat sedikit pengetahuan. Olahan singkong yang diolah diharapkan mampu menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat setempat,? tutur Aldo Satria Bandrun selaku ketua.



"Usaha rumahan seperti ini seharusnya diproses melalui alat yang lebih canggih supaya proses pembuatannya lebih banyak dan tidak memakan waktu yang cukup lama. Karena seperti yang diketahui Ibu Mastro Ritonga masih memakai alat seadanya dan masih manual," tambah Aldo.

"Ibu menginginkan adanya lahan tempat untuk menanam ubi secara pribadi, karena seperti yang diketahui ibu masih membeli ubi dari pengepul dengan harga yang masih bisa dijangkau. Namun alangkah baiknya kalau memiliki kebun singkong sendiri agar singkong yang peroleh dalam keadaan yang bagus dan produksi keripik tersebut dapat lebih banyak lagi dengan adanya lahan lebih luas," tutur Ibu Mastro Ritonga.

"Harapan kedepannya usaha keripik cabe ini dapat melakukan pemasaran secara online juga. Seperti Facebook dan media lainnya. Dan saran dari kami sebagai mahasiswa usaha seperti ini dapat terus dikembangkan. Dan dalam proses pengemasan keripik cabe ini dapat dibuat lebih menarik seperti pada kemasan dapat diletakkan stiker nama usaha dan sebagainya," tutur Aldo.



Meskipun tidak melakukan pemasaran online Ibu Mastro Ritonga sudah memiliki langganan yang jangkauannya lumayan banyak meskipun masih kawasan Agrowisata. Dengan mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam masa pandemi diharapkan ada suatu inovasi yang dapat terus dikembangkan meskipun UMKM sangat berdampak sekali dalam masa pandemi ini. (rilis)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)