DATARIAU.COM - Dalam upaya mendukung pelaksanaan gerakan nasional Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) diperlukan suatu koordinasi lintas lembaga, lintas sektoral, lintas profesi dan lintas budaya.
Gemarikan merupakan salah satu kegiatan oleh KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) sejak tahun 2004 yang bertujuan untuk mengkampanyekan akan pentingnya manfaat makan ikan sejak dini karena banyaknya kandungan gizi yang terdapat pada ikan yang sangat penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak.
Pada tahun 2019, KKP dalam hal ini Direktorat Jenderal PDSPKP melakukan survei penghitungan sementara capaian angka konsumsi ikan nasional di 34 provinsi, yang mencapai sebesar 55,95 kg/kapita/tahun.
Selanjutnya tahun 2020, untuk mencapai target angka konsumsi ikan sebesar 56,39 kg/kapita (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2020).
Hal tersebut menjadi bahan tinjauan oleh kita tentang bagaimana untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan angka konsumsi ikan dari tahun ke tahun hingga mencapai angka yang ditargetkan dan diharapkan.
Disamping untuk mendukung gerakan nasional Gemarikan dan meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat tiap tahunnya.
Mengkonsumis ikan pada saat saat seperti ini merupakan alternatif untuk memenuhi gizi dan vitamin dalam tubuh agar menyokong kesehatan tubuh.
Mengingat perekonomian yang masih belum stabil, harga ikan dan kandungannya yang banyak menjadi pilihan konsusmi protein, gizi dan vitamin untuk tubuh.
Akan tetapi terdapat suatu masa dimana nafsu makan berkurang dikarenakan pengolahan ikan yang terlalu monoton.
Oleh karena itu, Mahasiswa Kukerta UNRI di Desa Teluk Kanidai melakukan pengolahan ikan menjadi nugget ikan yang menyehatkan dan tentunya lezat.
Bahan yang digunakan pun tergolong sederhana dan mudah didapatkan di dapur ataupun di kedai kecil.
Seperti telur, wortel, jagung, tepung terigu, tepung maizena, dan ikan, serta bumbu penyedap lainnya.
Pengolahan yang dilakukan juga sangat sederhana, setelah memotong halus wortel, jagung, keju, lalu daging ikan yang telah dibersihkan dihaluskan dengan menggunakan belender dan dicampurkan dengan bahan yang telah dihaluskan.
Tambahkan dengan tepung terigu dengan telur. Lalu adonan yang tercampur dengan baik dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga setengah masak atau mengeras sekitar lebih kurang 45 menit.
Setelah adonan matang, siapkan telur yang telah diaduk, tepung roti atau panir, dan panaskan minyak. Baluri adonan yang telah di potong sesuai selera kedalam telur dan baluri dengan tepung roti atau panir.
Goreng nugget dalam minyak yang panas agar hasil masakan yang didapatkan baik. Jangan goreng terlalu lama agar kandungannya tak berubah.
Setelah itu dapat disajikan dengan saos ataupun mayoneis. Adonan tadi dapat dicetak sesuai selera, bisa berbentuk binatang ataupun tumbuhan, agar menarik perhatian anak untuk mencobanya.
Nugget ikan yang telah dibuat mahasiswa diberikan kepada anak di Dusun 1 Teluk Kenidai. Dengan tatapan yang sangat penasaran mereka mencicipinya dan menyukai rasanya. (rls)