Mahasiswa Kukerta UNRI: Pertahankan Zero Stunting Desa Simpang Perak Jaya

datariau.com
1.052 view
Mahasiswa Kukerta UNRI: Pertahankan Zero Stunting Desa Simpang Perak Jaya

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2023 melakukan penyuluhan Stunting kepada warga Desa Simpang Perak Jaya terutama kepada ibu-ibu yang mempunyai anak yang berusia 0-5 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Simpang Perak Jaya Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak.

Desa Simpang Perak Jaya merupakan desa yang memiliki populasi penduduk terbanyak se-Kerinci Kanan, sehingga membutuhkan perhatian lebih terhadap pertumbuhadan perkembangan masyarakat terutama pada anak berusia 0-5 tahun.

Pada kegiatan ini, Mahasiswa Kukerta Unri 2023 di Desa Simpang Perak Jaya melakukan sosialisasi kepada warga dan dihadiri oleh ibu-ibu Desa Simpang Perak Jaya.

Selain mahasiswa, ada pula Bidan yang membersamai kegiatan sosialisasi tersebut yaitu Bidan Evi Desti Hakim Amd Keb.

Bidan Evi Desti Hakim menyampaikan beberapa materi mengenai Stunting, mulai dari pencegahan, pola asupan makanan bergizi yang dapat membantu pertumbuhan anak-anak, dan juga titik permasalahan bagaimana stunting bisa terjadi.

Namun diketahui bahwa, di Desa Simpang Perak Jaya ini belum ditemukannya permasalahan Stunting, masih nol. Oleh karena itu, tim mahasiswa Kukerta melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk mempertahakan zero stunting di desa Simpang Perak Jaya ini.

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Tidak jarang masyarakat menganggap kondisi tubuh pendek merupakan faktor genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan.

Faktanya, faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor lingkungan dan pelayanan kesehatan. Biasanya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun.

Bidan Evi Desti Hakim menyampaikan bahwa titik permasalahan stunting ini adalah dimana pola asupan gizi makan anak kurang disertai dengan nafsu makan anak yang rendah.

Jika anak dalam keadaan kurang bernafsu untuk makan, kebanyakan ibu-ibu membiarkan dan mengabaikannya menunggu sampai anak tersebut ingin makan. Kemudian, kebanyakan orangtua yang kurang mengerti pentingnya akan gizi asupan dari makanan.

Pencegahan dari stunting sendiri ialah, bagaimana orangtua bisa mengerti mengenai gizi anak yang berasal dari makanan, seperti mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Banyak sekali makanan yang dapat membantu meningkatkan gizi dan mencegah stunting, seperti ikan, telur, buah, dan sayur-sayuran.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)