Mahasiswa Kukerta MBKM Elektro UNRI Gelar Penyuluhan Bahaya Seks Bebas dan Anti-Bullying di UPT SMPN 10 Tapung

datariau.com
516 view
Mahasiswa Kukerta MBKM Elektro UNRI Gelar Penyuluhan Bahaya Seks Bebas dan Anti-Bullying di UPT SMPN 10 Tapung

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Jurusan Teknik Elektro Universitas Riau (Unri) mengadakan penyuluhan bertema bahaya seks bebas dan anti-bullying di UPT SMP Negeri 10 Tapung, Desa Karya Indah Kabupaten Kampar, Sabtu (27/7/2024).

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan membangun lingkungan sosial yang aman ini diikuti oleh lebih dari 100 siswa dari kelas 10 hingga kelas 12.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari program kerja Kukerta Unri yang berfokus pada pendidikan kesehatan dan sosial bagi generasi muda.

Penanggung Jawab Penyuluhan ini dari Tim Kukerta Unri, Fhinta Syahila Ferdian menyatakan bahwa penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada para siswa mengenai dampak negatif dari seks bebas dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan bullying.

“Kami sangat berharap penyuluhan ini dapat menjadi langkah pertama bagi siswa untuk lebih bijaksana dalam bertindak dan lebih peduli terhadap kesehatan fisik dan mental mereka serta orang-orang di sekitarnya,” ujar Fhinta.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan agar generasi muda memiliki pengetahuan dan kesadaran yang cukup untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Penyuluhan dimulai dengan sesi tentang bahaya seks bebas. Berbagai risiko kesehatan yang dapat timbul akibat seks bebas, seperti penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS, dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Ia juga menyoroti dampak psikologis yang sering kali diabaikan, seperti rasa cemas, depresi, dan stigma sosial.

“Aktivitas seksual yang tidak terkontrol dapat membahayakan kesehatan fisik, sekaligus menimbulkan dampak negatif pada kesehatan mental dan masa depan kita, untuk itu sangat penting untuk memahami konsekuensi dari setiap pilihan yang kita buat,” tegas Fhinta sebagai pemateri di depan para siswa yang terlihat antusias.

Setelah sesi tentang bahaya seks bebas, penyuluhan dilanjutkan dengan materi tentang anti-bullying.

Berbagai bentuk bullying, mulai dari verbal hingga fisik, serta dampak psikologis yang ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku.

Arif menekankan pentingnya peran siswa dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di sekolah.

“Tindakan bullying bisa meninggalkan dampak yang serius, bukan hanya bagi korban, tetapi juga bagi pelakunya. Mari kita bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang penuh dengan rasa hormat dan saling mendukung,” ujar Khosfikra sebagai pemateri.

Ia juga mengajak siswa untuk berani melaporkan kasus bullying dan membantu teman yang menjadi korban.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan tanya jawab untuk memperkuat pemahaman siswa tentang cara menangani situasi yang melibatkan bullying dan tekanan sosial terkait seks bebas.

Dari pertanyaan pertama yaitu pengertian seks bebas selanjutnya apa bahaya dari seks bebas jika dilakukan.

Setelah diajukannya pertanyaan tersebut siswa sangat antusias menjawab pertanyaan. Selanjutnya juga dilakukan tanya jawab tentang anti bullying yang juga dijawab sempurna dari siswa.

Dengan penyuluhan ini mahasiswa Kukerta Unri berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kehidupan sosial di kalangan remaja, sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)