Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Warga Desa Pangkalan Makmur Olah Limbah Organik Jadi Pupuk Kompos

datariau.com
62 view
Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Warga Desa Pangkalan Makmur Olah Limbah Organik Jadi Pupuk Kompos

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga di Aula Desa Pangkalan Makmur, Kabupaten Siak, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi pupuk ramah lingkungan.

Program tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa KKN Universitas Riau yang bertugas di Desa Pangkalan Makmur. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sebagai solusi sederhana untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Ilham Febrian Syah, Atika Nur Fadillah, Sri Riani, Cici Siregar, Nadilla, Sondang Raya, Dinda Syovia Utami, Ariqah Fadliyah, Rio Vincent, dan Silvia Ningrum.

Baca juga:Mengolah Limbah Organik Menjadi Solusi, Inovasi Project Based Learning untuk Literasi Sains Abad 21


Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa berbagai limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, daun kering, hingga sisa makanan tidak harus berakhir di tempat pembuangan sampah.

Sebaliknya, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk kompos yang memiliki manfaat besar bagi kesuburan tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman di pekarangan rumah.

Usai penyampaian materi, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi pembuatan pupuk kompos menggunakan metode penguburan langsung di dalam tanah. Metode ini dinilai lebih sederhana dibandingkan teknik yang menggunakan wadah seperti galon maupun botol plastik.

Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Kenalkan Biopori sebagai Solusi Genangan di Lahan Cabai Desa Ketam Putih


Dalam praktiknya, peserta diajak menggali lubang di tanah sebagai tempat pembuangan limbah organik. Setelah limbah dimasukkan, bahan tersebut disiram menggunakan air cucian beras sebelum akhirnya ditutup kembali dengan tanah.

Mahasiswa menjelaskan bahwa air cucian beras dimanfaatkan untuk membantu aktivitas mikroorganisme sehingga proses penguraian limbah organik dapat berlangsung lebih cepat dan optimal.

Perwakilan mahasiswa KKN Universitas Riau mengatakan masih banyak limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki potensi besar untuk dijadikan pupuk alami.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Mentayan Latih Warga Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair


"Limbah organik rumah tangga masih banyak yang dibuang begitu saja, padahal dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Masyarakat bisa menguburnya langsung ke dalam tanah, misalnya di sekitar pohon kelengkeng yang banyak dijumpai di Desa Pangkalan Makmur. Selain mengurangi sampah, cara ini juga dapat membantu menyuburkan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tampak antusias mengikuti setiap sesi sosialisasi maupun demonstrasi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan dan memperhatikan tahapan pembuatan kompos yang diperagakan mahasiswa.

Antusiasme warga tidak terlepas dari metode yang diperkenalkan yang dinilai praktis, mudah diterapkan, serta memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia setiap hari di dapur rumah tangga tanpa memerlukan biaya besar.

Penulis
: Nadilla
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)