SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 18 yang ditempatkan di Desa Merangkai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, melaksanakan kegiatan pembelajaran dan praktik pengolahan ikan lele menjadi ikan salai, Jumat, 31 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Posko KKN UMRI Kelompok 18 tersebut menjadi bagian dari persiapan program kerja mahasiswa di bidang kesehatan dan ketahanan pangan. Pemanfaatan ikan lele sebagai bahan pangan lokal diharapkan dapat mendukung edukasi masyarakat mengenai pemenuhan gizi keluarga sebagai salah satu bagian dari upaya pencegahan stunting.
Praktik tersebut diikuti mahasiswa KKN bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Sunaryo, serta sejumlah dosen UMRI lainnya. Dalam kegiatan itu, Sunaryo memberikan arahan dan pembelajaran secara langsung mengenai tahapan pengolahan ikan lele menjadi ikan salai.
Baca juga:Pengabdian
KUKERTA Berdampak UNRI, Mahasiswa Bangun Budidaya Ikan Lele di Desa
Kenantan, Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat
Mahasiswa mempelajari proses pengolahan mulai dari pemilihan dan pembersihan ikan, persiapan sebelum pengasapan, hingga penggunaan alat pengasap atau smoke box. Teknik pengasapan yang tepat diperlukan untuk menghasilkan ikan salai dengan kualitas baik sekaligus memiliki daya simpan yang lebih lama.
Penggunaan smoke box menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam praktik tersebut. Dengan alat ini, proses pengasapan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien, yakni sekitar 4??"5 jam, dibandingkan metode pengasapan konvensional.
Pemilihan ikan lele sebagai bahan utama juga didasarkan pada ketersediaannya yang relatif mudah diperoleh dan harganya terjangkau. Selain sebagai sumber protein hewani, pengolahan lele menjadi ikan salai berpotensi meningkatkan nilai guna pangan lokal dan membuka peluang pengembangan produk olahan yang bernilai ekonomi.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Sorek Dua Membuat Media Aquaponik Sebagai Upaya Pencegahan Stunting dengan Pangan Tempatan
Kegiatan ini sekaligus menjadi pembekalan bagi mahasiswa sebelum program serupa dilaksanakan bersama masyarakat Desa Merangkai. Dengan menguasai proses pengolahan secara langsung, mahasiswa diharapkan dapat memberikan edukasi yang lebih mudah dipahami dan aplikatif kepada masyarakat.
Selain praktik teknis, mahasiswa juga berdiskusi bersama DPL mengenai konsep pelaksanaan program, manfaat kegiatan, serta strategi agar pengolahan ikan salai dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Seluruh mahasiswa KKN Kelompok 18 tampak antusias mengikuti praktik dan memperhatikan setiap arahan yang diberikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama mahasiswa KKN, DPL Bapak Sunaryo, dan dosen UMRI lainnya sebagai dokumentasi sekaligus bagian dari pendampingan mahasiswa selama menjalankan program KKN di Desa Merangkai.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Melalui program ini, KKN UMRI Kelompok 18 berharap pengolahan ikan lele menjadi ikan salai tidak hanya menjadi keterampilan baru bagi mahasiswa, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sarana edukasi pemanfaatan pangan lokal. Ke depan, program tersebut diharapkan turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga dan mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Merangkai.***