SMM PANEL INDO

Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 114 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 002 dan 011 Desa Kuntu

datariau.com
141 view
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 114 Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 002 dan 011 Desa Kuntu
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 114 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 002 dan SDN 011 Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, pada 10 Agustus 2026.

KAMPAR KIRI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 114 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 002 dan SDN 011 Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, pada 10 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Sosialisasi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa agar mampu memahami perilaku perundungan serta mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan bullying.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 114 menyampaikan materi mengenai pengertian, bentuk, serta dampak bullying. Materi disampaikan menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Kuntu Ikut Membuat Bubur


Para siswa diberikan pemahaman bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti memukul, menendang, atau mendorong. Perundungan juga dapat dilakukan secara verbal, seperti mengejek dan menghina, maupun secara sosial atau relasional, seperti mengucilkan dan sengaja menjauhkan seseorang dari kelompok pertemanan.

Selain itu, mahasiswa turut memperkenalkan bentuk bullying yang berkembang seiring penggunaan teknologi, yakni cyberbullying. Perundungan jenis ini dapat terjadi melalui media digital, seperti pesan, komentar, unggahan, maupun berbagai bentuk interaksi di media sosial.

Untuk membuat kegiatan lebih menarik dan interaktif, mahasiswa KKN memanfaatkan video animasi yang mengangkat tema bullying. Pemutaran video tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami contoh-contoh perilaku perundungan melalui situasi yang dekat dengan kehidupan mereka.

Baca juga:Kukerta BK UNRI 2022 Adakan Talk Show Kewirausahaan di Desa Kuntu Kampar Kiri


Setelah pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session dan tanya jawab. Para siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, maupun pemahaman mereka mengenai perilaku bullying yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.

Melalui sesi tersebut, mahasiswa juga mendorong siswa untuk berani bersikap ketika melihat tindakan perundungan. Siswa diajak untuk tidak ikut melakukan bullying, tidak menjadi penonton yang membiarkan perundungan berlangsung, serta berani mencari bantuan dari guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila menemukan kejadian tersebut.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik setiap individu. Perilaku bullying dapat memberikan dampak buruk terhadap korban, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan membangun budaya saling menghargai, peduli, dan menghormati perbedaan.

Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah


Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 114 turut menyoroti pentingnya keberadaan jalur pelaporan yang jelas ketika terjadi kasus perundungan di lingkungan sekolah. Mekanisme pengaduan yang aman dan mampu menjaga kerahasiaan dapat memberikan ruang bagi korban maupun saksi untuk melaporkan kejadian tanpa rasa takut terhadap intimidasi ataupun tindakan balasan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi bullying di lingkungan sekolah, khususnya bagi siswa SDN 002 dan SDN 011 Desa Kuntu. Dengan pemahaman yang lebih baik, siswa diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk perundungan dan memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Penulis
: Mia Wahyu Kartika
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)