INDRAGIRI HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 149 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan sampah yang berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga di Desa Lambang Sari, Kabupaten Indragiri Hulu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara memilah, mengurangi, serta memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan pentingnya melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Salah satu perhatian utama diberikan terhadap sampah kering yang masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sukses Mengadakan Acara Pentas Seni di Desa Lambangsari I II III
Mahasiswa KKN Kelompok 149 tidak hanya memberikan edukasi secara teori, tetapi juga menghadirkan praktik langsung sebagai bentuk penerapan materi yang disampaikan kepada masyarakat.
Sebagai output kegiatan, mahasiswa membuat bank sampah kering dan ecobrick. Bank sampah kering menjadi wadah untuk mengumpulkan sekaligus memilah berbagai jenis sampah yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi.
Keberadaan bank sampah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak langsung membuang sampah yang masih memiliki nilai guna. Sampah yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan dikelola secara lebih terarah sehingga berpotensi memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di lingkungan.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 1 Ajarkan Literasi Finansial dan Peduli Lingkungan Lewat Celengan Daur Ulang
Selain bank sampah, mahasiswa juga memperkenalkan pembuatan ecobrick. Ecobrick merupakan salah satu metode pemanfaatan sampah plastik dengan cara mengumpulkan dan memadatkannya ke dalam botol plastik hingga menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.
Melalui praktik tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi tertentu.
Kepala Desa Lambang Sari menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Kelompok 149 UMRI tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pengelolaan sampah yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Desa Lambang Sari bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hulu.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi dan keberlanjutan dari kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hulu. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga,” ujar Kepala Desa Lambang Sari.
Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Desa Tanjung Gelar Lokakarya dan Pamerkan Hasil Pengabdian di Hulu Kuantan
Dukungan juga disampaikan oleh Ibu Kepala Desa yang turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan dari pemerintah desa dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan edukasi dan praktik pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
Sinergi antara Pemerintah Desa Lambang Sari, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hulu, dan mahasiswa KKN UMRI diharapkan dapat memperkuat upaya edukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi dapat menghasilkan kegiatan yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Dengan adanya bank sampah kering dan ecobrick, masyarakat Desa Lambang Sari memiliki contoh nyata mengenai pemanfaatan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Output tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara lebih terarah.
Mahasiswa KKN Kelompok 149 berharap edukasi yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat setelah kegiatan berakhir. Pengelolaan sampah yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mengurangi dampak sampah rumah tangga terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga didorong untuk melihat sampah tidak semata-mata sebagai sesuatu yang harus dibuang. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan kembali bahkan memiliki nilai guna dan ekonomi.
Kegiatan sosialisasi pemanfaatan sampah ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya lingkungan Desa Lambang Sari yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, keberlanjutan bank sampah kering dan penerapan pemanfaatan sampah plastik melalui ecobrick diharapkan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara aktif.***