Mahasiswa KKN Integrasi UNRI 2023 Gelar FGD Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Pantai Raja Kecik bersama Stakeholder Bengkalis

datariau.com
1.916 view
Mahasiswa KKN Integrasi UNRI 2023 Gelar FGD Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Pantai Raja Kecik bersama Stakeholder Bengkalis

BENGKALIS, datariau.com - Pantai Wisata Raja Kecik yang terletak di Desa Muntai Barat merupakan destinasi pantai yang memiliki jembatan sepanjang 800 meter dengan hamparan panorama yang sangat indah.

Berbatasan dengan Selat Malaka menjadikan pantai ini turut dikunjungi oleh wisatawan dari Malaka. Dengan suguhan fasilitas dan spot-spot foto yang menarik menjadikan Pantai Wisata Raja Kecik ini memiliki daya tarik tersendiri.

Namun, masih dibutuhkannya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan Pantai Wisata Raja Kecik untuk lebih mengembangkan sektor wisata ini.

Oleh karena itu, Mahasiswa KKN Integrasi UNRI 2023 menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di koperasi Pantai Wisata Raja Kecik yang berada di tengah laut dengan mengundang beberapa stakeholder Bengkalis pada Kamis (3/8/2023).

FGD ini bertema “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Wisata Pantai Raja Kecik Kabupaten Bengkalis”. Kegiatan FGD ini melibatkan Tim Dosen Pengabdian, stakeholder dari berbagai dinas dan kelembagaan yang ada di Bengkalis, seperti LAMR Kabupaten Bengkalis, LAMR Kecamatan Bantan, Generasi Pesona Indonesia (GenPI), serta Pemdes Desa Muntai Barat, Pengurus Pantai dan Pelaku UMKM Desa Muntai Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pengembangan Pantai Wisata Raja Kecik dengan melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat sehingga dengan adanya pengembangan Pantai Wisata Raja Kecik (PWRK) ini kelompok UMKM di Desa Muntai Barat bisa terangkat dan berkembang nantinya.

Diskusi dibuka Dr Yasir MSi selaku moderator dengan bahasan mengenai akar masalah dan solusi pengembangan wisata. Dari berbagai pemaparan yang telah disampaikan oleh berbagai pihak stakeholders, hasil Focus Group Discussion (FGD) dapat dirumuskan ke dalam beberapa kesimpulan dimana munculnya ide-ide terkait pengembangan dan perencanaan adanya kolaborasi antar skateholders dalam pengelolaan objek wisata Pantai Raja Kecik.

“Terkait pengembangan dan perencanaan Pantai Wisata Raja Kecik, ada saran untuk melakukan perencanaan dan mengembangkan sisi UMKM yang mulai bangkit, seperti mengembangkan 97 menu makanan tradisional Bengkalis dengan proses pengolahan ketahanan pangan dan pengemasan agar bisa dikembangkan dengan lanjut,” ujar Prof Dr Ashaluddin Jalil MS.

Muntai Barat memiliki komoditas ikan yang sangat unggul. Melihat potensi ini, bisa diadakan pusat macing mania serta menanam gorong-gorong agar ikan yang ada bisa berkembang biak disana sehingga wisata mancing mania bisa dikembangkan. Sampan-sampan yang ada bisa dijadikan sebagai media untuk memancing.

Dengan adanya fasilitas memancing ini, masyarakat bisa menjual makanan dan minuman, membuka penyewaan alat pancing, ataupun pengolahan hasil pancing tersebut. Inovasi selanjutnya, pengembangan Pantai Wisata Raja Kecik dengan meramaikannya melalui event-event wisata agar bisa menarik pengunjung lebih banyak lagi.

Event yang diadakan tidak harus event besar tapi rutin setiap bulan sekali. Pihak GenPI bersedia mempromosikan event-event yang akan direncanakan ke depannya melalaui publikasi ke media sosial” ucap Yana Susilayeni selaku Dinas Ketahanan Pangan serta Generasi Pesona Indonesia.

Selain itu, ada juga saran mengenai perubahan nama Pantai Wisata Raja Kecik dari Datuk Sofyan selaku Ketum DPH LAMR Bengkalis. Mengenai nama laksmana raja kecik yang bergelarkan sultan agar dihilangkan dengan menghilangkan kata laksmana menjadi raja kecik saja.

Penulis
: Maharani Tri Wahyuni
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)