Mahasiswa Gelar FGD di Dusun Simpang Kare Tentang Prospek Bertanam dan Teknik Mengatasi Jamur Pada Tanaman Cabai

datariau.com
530 view
Mahasiswa Gelar FGD di Dusun Simpang Kare Tentang Prospek Bertanam dan Teknik Mengatasi Jamur Pada Tanaman Cabai

KAMPAR, datariau.com - Tim Pengabdian Masyarakat Faperta UNRI, Mahasiswa KKN Intergasi, PPL dan Kelompok Tani Cabai di Dusun Simpang Kare Desa Padang Mutung melakukan Forum Grup Diskusi (FGD) dengan tema Prospek Bertanam dan Teknik Mengatasi Jamur Pada Tanaman Cabai.

Tim Kukerta Integrasi UNRI bersama dosen pembimbing lapangan melakukan diskusi mengenai teknik mengatasi layu pada tanaman cabai dengan kelompok tani makmur bersama yang diketuai oleh Bapak Cipto di Dusun VII Simpang Kare pada Rabu (21/7/2021) lalu.

Pak Ardian selaku dosen pembimbing lapangan menjelaskan, diskusi membahas rangkaian yang harus dilakukan dalam menanam cabai, yaitu membahas mengenai jenis bibit yang digunakan, jenis mulsa yang sesuai, seperti kelebihan dan kekurangan atau perbedaan mulsa perak biasa dengan mulsa grenjeng, kelebihan produksi di lahan dari kelompok tani pak Cipto dengan luas 2,5 ha dengan tanaman yang beragam seperti cabai, jagung, cabai, dan melon.

Pak Rinaldi selaku PPL Desa Padang Mutung yang juga turut membersamai dalam diskusi ini menambahkan, bahwa penggunaan mulsa grenjeng lebih bagus dibandingkan dengan mulsa perak.

Penggunaan mulsa grenjeng dapat meminimalisir serangan hama karena dapat memberikan udara panas sehingga tanaman dapat terhindar dari serangan hama karena hama terhalangi oleh kondisi lingkungan yang panas. Penggunaan pupuk harus dilakukan sesuai kebutuhan, jika dilakukan secara berlebihan juga dapat membuat tanaman cabai terserang hama.

Pak Sumpono selaku POPT Kecamatan Kampar juga menambahkan dan merekomendasikan kepada petani tentang budidaya tanaman sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara petani melakukan pengamatan rutin setiap hari, sehingga dapat mengetahui gejala awal penyakit pada tanaman. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan pengendalian secara hayati, hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami maupun dengan penggunaan pupuk hayati.

Diskusi teknik mengatasi layu pada tanaman cabai dengan kelompok tani makmur bersama yang diketuai oleh Cipto di Dusun VII Simpang Kare membahas tentang pembibitan dengan menggunakan blender dan ini juga dilakukan Petani.

Bibit cabai diperoleh dari Medan (varietas indrapura) dan bibit ini juga dipakai oleh kelompok tani makmur bersama. (Marhatun Saleha)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)