PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Program FISIP Berdampak Untuk Negeri (FBN) Universitas Riau (Unri) tahun 2026 yang bertugas di Kelurahan Kota Tinggi, Kecamatan Pekanbaru Kota, sukses menggelar kegiatan edukatif dan interaktif bertajuk “LAYAR GEMBIRA: Edukasi Anti-Bullying dan Peningkatan Minat Baca Anak”.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi sekaligus menciptakan ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan komunikatif bagi anak-anak di Kelurahan Kota Tinggi.
Program kerja tersebut dirancang untuk merespons berbagai dinamika sosial yang dihadapi anak-anak, khususnya terkait perilaku perundungan atau bullying serta tantangan dalam mempertahankan minat baca di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan media digital.
Baca juga:Mahasiswa FISIP UNRI Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Lewat Program “Satu Koin, Sejuta Harapan” di TK As Salam
Melalui konsep yang kreatif dan dekat dengan dunia anak, mahasiswa FBN Unri mengemas edukasi anti-bullying dan literasi dalam suasana belajar yang santai. Pendekatan tersebut diharapkan membuat anak-anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan sekaligus berani berinteraksi selama kegiatan berlangsung.
Materi utama dikemas melalui multimedia dengan konsep “Membangun Generasi Berkarakter Melalui Pojok Baca dan Edukasi Anti-Bullying”. Materi tersebut diproyeksikan menggunakan layar lebar sehingga menarik perhatian anak-anak yang hadir.
Sejak awal kegiatan, anak-anak Kelurahan Kota Tinggi terlihat antusias mengikuti pemutaran materi edukasi visual tentang anti-perundungan. Mereka tidak hanya menyaksikan tayangan, tetapi juga dilibatkan dalam sesi tanya jawab untuk mengukur pemahaman mengenai tindakan bullying dan bagaimana cara mencegahnya.
Baca juga:
Mahasiswa FBN Universitas Riau Edukasi Siswa SDN 169 Pekanbaru Kenali Area Pribadi dan Lindungi Diri Sejak Dini
Agar kegiatan tidak monoton, mahasiswa menyisipkan berbagai permainan, kuis berhadiah, dan ice breaking. Aktivitas tersebut membuat suasana semakin hidup serta mendorong anak-anak untuk berani berkomunikasi dan menyampaikan pendapat.
Ketua Kelompok FBN Unri Kelurahan Kota Tinggi, Muhammad Ridho Azani, mengatakan “Layar Gembira” dirancang sebagai wadah belajar sekaligus bermain bagi anak-anak.
“Melalui program ini, kami ingin menciptakan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak di Kelurahan Kota Tinggi. Edukasi anti-bullying kami kemas secara visual dan interaktif agar pesan kebaikan mudah dicerna. Di saat yang sama, kami melengkapi area Pojok Baca agar anak-anak semakin antusias membuka dan membaca buku,” ujar Ridho.
Baca juga:Mahasiswa FBN Universitas Riau Edukasi Siswa SMPN 25 Pekanbaru Bijak Bermedia Digital
Menurutnya, edukasi tentang perundungan penting diberikan sejak dini. Anak-anak perlu memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, mengintimidasi, maupun melakukan kekerasan terhadap teman bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan.
Selain edukasi anti-bullying, mahasiswa FBN Unri juga memberikan perhatian terhadap peningkatan minat baca anak. Sesi literasi menjadi bagian penting dalam kegiatan “Layar Gembira”.
Berbagai koleksi buku cerita bergambar dan buku pengetahuan umum disediakan bagi anak-anak. Kehadiran buku-buku tersebut disambut antusias. Anak-anak terlihat bersemangat memilih buku, membaca, hingga berdiskusi bersama mahasiswa.
Kegiatan membaca juga diarahkan agar menjadi aktivitas yang menyenangkan. Mahasiswa berupaya membangun suasana bahwa membaca bukan sekadar kewajiban, melainkan kegiatan yang dapat membuka wawasan, menambah pengetahuan, dan memberikan pengalaman baru bagi anak-anak.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari pihak kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Program “Layar Gembira” dinilai relevan dengan kebutuhan anak-anak di era digital, terutama dalam memperkuat pendidikan karakter dan budaya literasi.
Di tengah tingginya penggunaan gawai dan berbagai konten digital, keberadaan ruang baca serta kegiatan edukatif yang interaktif dinilai penting untuk membantu anak-anak mendapatkan aktivitas positif.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Mahasiswa FBN Unri berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pesan tentang pentingnya menghargai sesama, menjauhi perundungan, serta membangun kebiasaan membaca diharapkan dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan pelaksanaan “Layar Gembira” juga tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota Kelompok FBN Unri Kelurahan Kota Tinggi 2026.
Kelompok tersebut terdiri dari Muhammad Ridho Azani selaku ketua, Bram Harry Paskah Situmorang sebagai koordinator lapangan, Rahma Yani Saputri sebagai sekretaris, serta Mentari Novalia Riyanto Putri sebagai bendahara.
Selanjutnya, Imelda Rizky Fauziah dan Rindyani Marta bertugas di Divisi Acara; Riza Gusvita dan Salsabila D. Awra di Divisi Humas; Ragel Repalina dan Wanda Inayah Rahma di Divisi Logistik; serta Alya Zahwa Inaya dan Nashwa Azhka di Divisi Publikasi, Dekorasi, dan Dokumentasi.
Melalui program “Layar Gembira”, mahasiswa FBN Universitas Riau menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Edukasi karakter dan literasi tidak harus disampaikan secara kaku, tetapi dapat dilakukan melalui media visual, permainan, diskusi, dan aktivitas membaca yang sesuai dengan dunia anak.
Mahasiswa FBN Unri berharap edukasi anti-bullying yang diberikan dapat tertanam kuat dalam diri anak-anak Kelurahan Kota Tinggi. Di sisi lain, Pojok Baca yang diperkuat melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, kelurahan, masyarakat, dan anak-anak, program “LAYAR GEMBIRA” diharapkan menjadi langkah kecil yang memberikan dampak berkelanjutan dalam membangun generasi Kelurahan Kota Tinggi yang berkarakter, peduli terhadap sesama, serta memiliki budaya literasi yang kuat.***