SMM PANEL INDO

Mahasiswa FBN Universitas Riau Edukasi Siswa SMPN 25 Pekanbaru Bijak Bermedia Digital

datariau.com
141 view
Mahasiswa FBN Universitas Riau Edukasi Siswa SMPN 25 Pekanbaru Bijak Bermedia Digital

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa FISIP Berdampak Untuk Negeri (FBN) Universitas Riau yang melaksanakan pengabdian di Kelurahan Perhentian Marpoyan menggelar sosialisasi bertajuk "Bijak Bermedia Digital" bagi siswa kelas VII SMP Negeri 25 Pekanbaru, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda agar mampu menggunakan media digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan siswa baru yang mulai memasuki masa remaja dan semakin aktif memanfaatkan media sosial maupun berbagai platform digital.

Mahasiswa FBN menilai bahwa masa transisi menuju remaja merupakan periode penting untuk membangun literasi digital. Di usia tersebut, banyak anak mulai memiliki akses yang lebih luas terhadap internet dan media sosial, sementara pengawasan dari orang tua terkadang masih terbatas. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko apabila tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai etika, keamanan, dan pemanfaatan teknologi secara positif.

Baca juga:Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan, SMPN 25 Pekanbaru Raih Juara I


Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para siswa mampu memaksimalkan manfaat teknologi digital sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri, sekaligus menghindari berbagai dampak negatif yang dapat muncul akibat penggunaan media digital secara berlebihan maupun tanpa pengawasan.

Materi sosialisasi disampaikan oleh empat mahasiswa FBN Kelurahan Perhentian Marpoyan, yakni Ayub Panjaitan, Dian Valentina Simanjuntak, Tania Fiolin Aridea, dan Ayudia Putri Rahmadani. Keempatnya membahas tiga topik utama yang dinilai sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini, yaitu pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), fenomena brain rot atau penurunan kualitas fokus akibat konsumsi konten digital berlebihan, serta pentingnya manajemen privasi di dunia maya.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara tepat, seperti membantu proses belajar, mencari informasi, hingga meningkatkan kreativitas. Namun, teknologi tersebut juga dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga:Mahasiswa FISIP Berdampak Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD Aulia Cendekia Islamic School


Mahasiswa FBN menyoroti maraknya berbagai bentuk penipuan digital yang memanfaatkan teknologi AI, mulai dari rekayasa suara, manipulasi wajah melalui teknologi deepfake, hingga pembuatan konten palsu yang bertujuan memanipulasi atau menipu pengguna media sosial. Tidak sedikit pelajar yang tanpa sadar ikut menyebarkan informasi palsu karena kurang memahami cara memverifikasi kebenaran suatu konten.

Selain itu, para pemateri juga mengangkat fenomena brain rot yang kini banyak menjadi perhatian. Istilah tersebut menggambarkan kondisi menurunnya kemampuan fokus, daya ingat, kemampuan berpikir kritis, hingga kesehatan mental akibat terlalu sering mengonsumsi konten hiburan singkat yang kurang bermanfaat di media sosial.

Para siswa diajak memahami pentingnya mengatur waktu penggunaan gawai, memilih konten yang edukatif, serta menyeimbangkan aktivitas digital dengan kegiatan belajar, berolahraga, membaca, dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Materi berikutnya membahas pentingnya menjaga data pribadi di internet. Mahasiswa menjelaskan berbagai jenis informasi yang tidak seharusnya dibagikan secara sembarangan di media sosial, seperti alamat rumah, nomor telepon, kata sandi, hingga data identitas pribadi. Dengan memahami pentingnya privasi digital, siswa diharapkan mampu melindungi diri dari berbagai ancaman kejahatan siber.

Agar penyampaian materi lebih menarik, sosialisasi dikemas secara interaktif menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta dilengkapi ilustrasi dan gambar-gambar yang sesuai dengan usia peserta. Suasana kegiatan berlangsung aktif karena para siswa diajak berdiskusi dan berkomunikasi secara dua arah selama sesi berlangsung.

Di akhir kegiatan, mahasiswa mengadakan sesi tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya peserta yang mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa memberikan hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar.

Penulis
: Ayub Panjaitan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)