PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Universitas Riau yang bertugas di Kelurahan Perhentian Marpoyan menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk "Kenali Area Pribadi, Lindungi Dirimu" di SD Negeri 169 Pekanbaru, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas V dan VI sebagai upaya memberikan edukasi sejak dini mengenai pentingnya menjaga area pribadi, melindungi diri, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi tindakan yang tidak pantas.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui FBN Universitas Riau 2026 yang berfokus pada peningkatan kesadaran anak terhadap perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual sejak usia sekolah.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Raima Aprilliani dan Erina Noprida, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Riau. Keduanya menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan disesuaikan dengan usia peserta sehingga mudah dipahami oleh para siswa.
Baca juga:Mahasiswa FISIP UNRI Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Lewat Program “Satu Koin, Sejuta Harapan” di TK As Salam
Dalam penyampaiannya, mahasiswa menjelaskan pentingnya mengenali bagian tubuh yang bersifat pribadi, memahami hak setiap anak atas tubuhnya sendiri, serta menanamkan keberanian untuk mengatakan "tidak" apabila ada tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, tim FBN memanfaatkan media pembelajaran berupa ilustrasi tubuh manusia. Melalui media tersebut, para siswa diajak maju ke depan untuk menandai bagian tubuh yang termasuk area pribadi dan tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin.
Metode pembelajaran ini membuat siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses belajar. Antusiasme peserta terlihat saat mereka bergantian menjawab pertanyaan dan berdiskusi bersama pemateri mengenai pentingnya menjaga diri.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Serahkan Papan Informasi ke Kelurahan Kampung Tengah, Tutup Program dengan Lokakarya Evaluasi
Suasana sosialisasi semakin meriah ketika seluruh siswa bersama-sama menyanyikan lagu edukatif berjudul "Ini Area Privasiku". Lagu tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman anak-anak mengenai batasan tubuh dan pentingnya menghormati privasi diri sendiri maupun orang lain.
Pada sesi evaluasi, tim mahasiswa menghadirkan permainan edukatif menggunakan boneka yang digilir di antara peserta sambil diiringi alunan musik. Ketika lagu berhenti, siswa yang memegang boneka diminta maju ke depan untuk menjawab pertanyaan dari pemateri seputar materi yang telah disampaikan.
Konsep belajar sambil bermain tersebut berhasil menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus meningkatkan partisipasi siswa. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap sesi dan tidak ragu untuk bertanya maupun memberikan jawaban.
Raima Aprilliani mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menjaga diri dari berbagai potensi tindakan yang tidak diinginkan.
"Kami berharap adik-adik memahami bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan berani mengatakan 'tidak' jika merasa tidak nyaman," ujar Raima.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Sementara itu, Erina Noprida menjelaskan bahwa penggunaan media pembelajaran yang interaktif dipilih agar materi lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
"Kami ingin anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan sehingga materi yang diberikan dapat lebih mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa FBN Universitas Riau berharap para siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga area pribadi, mampu mengenali situasi yang berpotensi membahayakan, serta berani menyampaikan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami tindakan yang membuat mereka merasa tidak aman.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen mahasiswa FISIP Berdampak untuk Negeri Universitas Riau dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Dengan pendekatan edukatif yang interaktif, mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk melindungi diri sejak usia dini.***
Baca juga:Kasus Pencabulan di SDN 169 Pekanbaru, Terduga Pelaku Nyaris Diamuk Massa