PEKANBARU, datariau.com - Tim mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau yang terdiri atas Syafira Maisyarah, Rahma Arryani, Viona Sri Mayesa, Dhani Novita, Siwi Irfani, Zahra Azima, Riska Aprilia, Salsabila Arsyra, dan Nabillatul Fajri, di bawah bimbingan dosen pengampu Ripi Hamdani SPd MPd, melakukan sosialisasi di SD IT Al-Manar Pekanbaru, pada 05 Desember 2025.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan upaya memberikan edukasi positif kepada generasi muda. Fokus sosialisasi adalah pengenalan ragam bahasa, pembiasaan komunikasi sopan dan empatis, serta penanaman nilai-nilai anti-radikalisme. Anak-anak di SD IT Al-Manar sangat seru dan komunikatif, sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan ragam bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bahasa formal, informal, dan bahasa santun. Siswa diajarkan cara memilih bahasa sesuai situasi serta pentingnya menggunakan tutur kata yang baik terhadap teman, guru, maupun orang tua. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga terlibat aktif melalui contoh percakapan, tanya jawab, dan latihan sederhana.
Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan konsep komunikasi empatis, yaitu kemampuan memahami perasaan orang lain dan menyampaikan pesan dengan sopan tanpa menyinggung. Siswa diajak membiasakan penggunaan ungkapan seperti "tolong", "maaf", dan "terima kasih". Melalui role play dan simulasi dialog, siswa dapat memahami perbedaan antara bahasa yang sopan dan bahasa yang dapat menyakiti perasaan orang lain.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan edukasi ringan mengenai pencegahan radikalisme dengan bahasa yang sederhana dan sesuai usia. Penekanan diberikan pada sikap menghargai perbedaan, tidak mudah terprovokasi, dan pentingnya memilih pergaulan serta informasi secara bijak. Tujuannya adalah menanamkan nilai toleransi, penghormatan, dan akhlak mulia sebagai bekal utama dalam menangkal paham radikal sejak dini.
Untuk menambah antusiasme siswa, kegiatan juga diisi dengan games edukatif, diskusi kelompok, dan demonstrasi interaktif yang mendorong siswa berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat dengan sopan. Aktivitas ini membuat anak-anak semakin memahami bahwa komunikasi sopan dan empatis sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan harmonis.
Kegiatan diakhiri dengan penyampaian pesan moral bahwa etika berbahasa merupakan cerminan kepribadian. Mahasiswa berharap siswa-siswi SD IT Al-Manar dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembiasaan berkomunikasi yang baik sejak dini, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi santun, beretika, dan mampu menangkal pengaruh negatif, termasuk penyebaran paham radikal.***