PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 bersama Pemerintah Kelurahan Bunut sukses menyelenggarakan Festival Hari Anak Nasional 2026 di Kelurahan Pangkalan Bunut, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 23 dan 25 Juli 2026, diikuti sekitar 700 peserta yang terdiri atas siswa, guru pendamping, pemuda, serta masyarakat.
Festival tersebut menjadi salah satu program unggulan Kukerta UNRI Tahun 2026 dalam memperingati Hari Anak Nasional sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, bakat, serta rasa percaya diri melalui berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif.
Selain itu, festival juga menjadi wadah mempererat sinergi antara mahasiswa Kukerta UNRI, pemerintah kelurahan, sekolah, organisasi kepemudaan, serta masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Baca juga:
Lomba Hari Anak Nasional KUKERTA UNRI Desa Tambang Jadi Ajang Anak Tampil Percaya Diri dan Cinta Nilai Keislaman
Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK Pembina, SD Negeri 001 Pangkalan Bunut, SMP Negeri 1 Bunut, MTs Al-Hamidiyah, SMA Negeri 1 Pangkalan Bunut, hingga MA Al-Hamidiyah.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu (23/7/2026) di Lapangan Astaka, Kelurahan Bunut. Acara dibuka secara resmi oleh Camat Bunut, Eri, S.Ag., didampingi Lurah Bunut Hendra Wowon, S.Sos., perwakilan organisasi pemuda IPKPB Anes, serta Ketua Kukerta UNRI Tahun 2026 Kelurahan Pangkalan Bunut sekaligus Ketua Pelaksana Festival Hari Anak, Dohan Suhada.
Dalam sambutannya, Lurah Bunut Hendra Wowon menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak.
Baca juga:Pekan Ceria Warnai Peringatan Hari Anak, Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Hidupkan Permainan Tradisional di SDN 001 Tandun
Menurutnya, konsep kelurahan ramah anak harus diwujudkan melalui lingkungan yang partisipatif dan inklusif dengan menjamin setiap anak memperoleh hak belajar yang setara, termasuk anak berkebutuhan khusus.
"Peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum bersama untuk memperbaiki kualitas perlindungan anak, memperkuat pendampingan psikososial di lingkungan keluarga maupun kelurahan, serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, media sosial, hingga pemuda dalam menciptakan ruang digital dan lingkungan fisik yang aman serta ramah bagi anak," ujarnya.
Usai pembukaan, peserta mengikuti berbagai perlombaan sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat TK diselenggarakan lomba mewarnai karakter dengan pakaian adat Melayu. Siswa SD kelas I hingga III mengikuti lomba mewarnai Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, sedangkan siswa SD kelas IV hingga VI mengikuti lomba menggambar bebas. Peserta tingkat SMP dan MTs berkompetisi dalam lomba baca puisi, sementara siswa SMA dan MA mengikuti lomba pidato.
Baca juga:Peringati Hari Anak Nasional, KKN Unri Berkolaborasi dengan KKN Imam Syafi'i Gelar Perlombaan Edukatif di Desa Binuang
Pelaksanaan lomba berlangsung di beberapa lokasi. Lomba mewarnai tingkat TK dan lomba puisi dilaksanakan di TK Pembina dengan penilaian oleh dua dewan juri pada masing-masing cabang. Lomba mewarnai tingkat SD diselenggarakan di musala SD Negeri 001 Pangkalan Bunut, sedangkan lomba menggambar dilaksanakan di laboratorium sekolah tersebut. Adapun lomba pidato tingkat SMA dan MA dipusatkan di Lapangan Astaka.
Suasana perlombaan berlangsung meriah. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sementara guru pendamping dan orang tua memberikan dukungan penuh sepanjang kegiatan. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan kreativitas, kerapian, penguasaan materi, teknik penyampaian, serta penampilan peserta sesuai kategori perlombaan.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Jumat (25/7/2026) dengan pelaksanaan pawai yang diikuti seluruh peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Baca juga:Peringati Hari Anak Nasional 2026, Mahasiswa KUKERTA UNRI Gelar Edukasi Kreatif untuk Puluhan Anak di Desa Berumbung Baru
Pawai secara resmi dilepas oleh Lurah Bunut Hendra Wowon dan dipimpin oleh drumband SMP Negeri 1 Bunut yang tampil energik sehingga semakin menyemarakkan suasana.
Rute pawai dimulai dari Lapangan Astaka dan mengelilingi kawasan permukiman warga di Kelurahan Bunut. Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias menyaksikan barisan peserta yang mengenakan atribut dan menampilkan berbagai kreativitas dari masing-masing sekolah.
Setelah pawai berakhir, panitia mengumumkan para pemenang seluruh cabang lomba yang telah digelar pada hari pertama. Para juara menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, kreativitas, dan semangat mereka selama mengikuti festival.
Panitia juga membagikan berbagai doorprize kepada peserta dan masyarakat yang hadir. Antusiasme semakin terasa ketika nomor undian diumumkan satu per satu, sehingga suasana penutupan berlangsung penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Ketua Pelaksana Festival Hari Anak Nasional 2026, Dohan Suhada, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Bunut, Pemerintah Kelurahan Bunut, sekolah-sekolah peserta, organisasi pemuda, guru pendamping, masyarakat, serta seluruh mahasiswa Kukerta UNRI yang telah bekerja sama menyukseskan festival.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat, tetapi juga dari terciptanya ruang positif bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, berkompetisi secara sehat, sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
"Festival ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, pemuda, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi perkembangan anak-anak. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung generasi penerus bangsa," katanya.
Festival Hari Anak Nasional 2026 pun resmi ditutup dalam suasana penuh sukacita. Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi yang kreatif, percaya diri, berkarakter, serta memiliki semangat untuk terus mengembangkan potensi diri. Lebih dari sekadar ajang perlombaan, festival ini menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas.***