SMM PANEL INDO

KKN UMRI Kelompok 62 Edukasi Bahaya Sampah Plastik di Desa Bunsur

datariau.com
138 view
KKN UMRI Kelompok 62 Edukasi Bahaya Sampah Plastik di Desa Bunsur

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 62 menggelar kegiatan sosialisasi mengenai sampah plastik, dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, sekaligus praktik pemanfaatan sampah plastik menjadi ovitrap dan paving block.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Tuah Menanti, Desa Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (14/8/2026), mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMRI Kelompok 62 dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah plastik yang masih menjadi tantangan lingkungan. Melalui kegiatan edukatif dan praktik langsung, masyarakat diajak memahami bahwa sampah plastik tidak hanya menjadi persoalan kebersihan, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem dan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik.

Baca juga:Kembangkan Potensi Lokal, KKN UMRI 155 Kenalkan Program UMKM hingga Santripreneur di Desa Petani


Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai dampak sampah plastik terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran tanah dan air hingga potensi gangguan terhadap ekosistem. Sampah plastik yang dibuang sembarangan juga dapat menjadi tempat menumpuknya air dan berpotensi menjadi media perkembangbiakan nyamuk.

Selain membahas dampak lingkungan, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai kaitan pengelolaan sampah dengan kesehatan masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan perlu diubah melalui pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, termasuk dengan memilah dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 62 juga mengajak peserta mengikuti praktik pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang lebih berguna. Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah pembuatan ovitrap.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 62 Dorong Digitalisasi Kampung Bunsur, Bangun Workspace dan Media Sosial Resmi


Ovitrap merupakan perangkap sederhana yang dapat digunakan untuk membantu memantau keberadaan dan perkembangbiakan nyamuk. Pemanfaatan bahan bekas dalam pembuatan ovitrap diharapkan dapat menjadi contoh bahwa sampah plastik tertentu masih dapat diolah menjadi media yang memiliki fungsi dalam mendukung upaya pengendalian lingkungan.

Selain ovitrap, mahasiswa juga memperkenalkan praktik pemanfaatan sampah plastik sebagai salah satu bahan dalam pembuatan paving block. Inovasi tersebut menjadi upaya untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki manfaat. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melihat sampah dari perspektif yang berbeda, yakni bukan semata-mata sebagai limbah, tetapi juga sebagai material yang dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan tepat.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 62 berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat Desa Bunsur terhadap pentingnya pengurangan dan pengelolaan sampah plastik.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat rumah tangga dan lingkungan desa. Dengan keterlibatan masyarakat, upaya mengurangi pencemaran akibat sampah plastik dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui program KKN ini, mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan kegiatan pengabdian, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi, praktik, dan pemanfaatan kembali sampah menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya lingkungan Desa Bunsur yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.***

Penulis
: M. Naufal Ariffi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)