KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 82 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi Gerakan Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar (DAGUSIBU) kepada masyarakat Desa Pulau Lancang, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 14.00 WIB, bertempat di Balai Desa Pulau Lancang. Sosialisasi menghadirkan Siti Nurhaliza Zahara dan Nur Azizah sebagai pemateri.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara tepat dan aman. Edukasi tersebut diharapkan dapat mencegah penggunaan obat secara sembarangan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memperhatikan aturan penggunaan obat.
Baca juga:
KKN 82 UMRI Hadirkan Peta Wilayah dan Website Profil Desa di Pulau Lancang
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN 82 UMRI menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum mengonsumsi obat. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan obat sesuai aturan serta membaca informasi yang tercantum pada kemasan, termasuk dosis dan petunjuk penggunaan.
Selain penggunaan, materi juga membahas cara menyimpan obat dengan benar agar kualitas dan keamanan obat tetap terjaga. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya membuang obat yang sudah tidak digunakan atau telah kedaluwarsa dengan cara yang tepat.
Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
Cegah Cyberbullying, Mahasiswa KKN 82 Edukasi Siswa SDN 008 Pulau Lancang
Salah satu pertanyaan disampaikan Bu Imis yang menanyakan mengenai penggunaan kembali obat ketika seseorang kembali mengalami sakit setelah sebelumnya sembuh.
"Jika kita baru sehat habis minum obat lalu sakit lagi, apakah boleh minum obat lagi?" tanya Bu Imis.
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sesi diskusi karena berkaitan langsung dengan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan obat. Melalui sesi tanya jawab, peserta mendapatkan penjelasan bahwa penggunaan obat tidak seharusnya dilakukan secara sembarangan dan perlu memperhatikan kondisi kesehatan serta aturan penggunaan obat.
Mahasiswa KKN 82 UMRI juga menekankan pentingnya masyarakat memahami informasi pada kemasan obat sebelum menggunakannya. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menentukan penggunaan obat dan tidak menjadikan obat sebagai sesuatu yang dikonsumsi tanpa memperhatikan aturan.
Baca juga:Cegah Cyberbullying, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 82 Edukasi Siswa SDN 008 Pulau Lancang
Antusiasme masyarakat selama kegiatan menunjukkan bahwa edukasi mengenai obat masih menjadi kebutuhan penting di lingkungan desa. Interaksi antara pemateri dan peserta juga membuat materi DAGUSIBU lebih mudah dipahami karena dikaitkan dengan persoalan yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi DAGUSIBU ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN 82 UMRI dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat Desa Pulau Lancang. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan KKN, tetapi juga diarahkan untuk memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.