IMAKIPSI Prihatin Siswi di Situbondo Banyak yang Nikah Dini

1.711 view
IMAKIPSI Prihatin Siswi di Situbondo Banyak yang Nikah Dini
Ikatan Mahasiswa Kepeguruan Seluruh Indonesia saat di salah satu sekolah di Situbondo. (foto: ist)
PEKANBARU, datariau.com - Siswi di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, masih banyak yang menjadi korban nikah dini. Tamat SMP, siswi sudah dinikahi dan hidup berumah tangga, namun mereka tetap boleh melanjutkan sekolah.

Kondisi ini terkuak dalam observasi yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Kepeguruan Seluruh Indonesia yang merupakan delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan seluruh Indonesia, di Situbondo selama lima hari (27-31/10/2014).

"Kita lakukan observasi di sekolah tingkat dasar hingga menengah di Situbondo. Ada SDN 2 dan SDN 4 Sumber Rejo, SMP Sunan Ampel, dan SMK Fatahillah. Satu hal yang membuat kita prihatin, di daerah ini siswi tamat SMP sudah banyak yang nikah dan mereka tetap diperbolehkan sekolah," ungkap Rizki Erlando, mahasiswa FKIP perwakilan dari Riau, saat memberikan keterangan kepada datariau.com, Selasa (4/11/2014).

Dari observasi yang dilakukan Erland bersama 79 rekannya yang merupakan mahasiswa FKIP dari seluruh Indonesia, diketahui bahwa masyarakat di Situbondo memiliki paradigma bahwa sekolah tidaklah penting. Sehingga mereka tidak butuh sekolah tinggi-tinggi dan memilih lebih baik menyangkul di ladang.

"Walau anak mereka banyak yang nikah dini, tak ada tindakan apa-apa dari orangtua. Mereka bilang katanya nyabit atau nyangkul ke sawah dapat uang sedangkan sekolah ngabisin uang," jelas Erlando.

Setelah dirangkum, observasi ini nantinya akan disampaikan ke pemerintah setempat dan kampus masing-masing peserta observasi. Dengan adanya tinjauan langsung ke lapangan oleh mahasiswa keguruan ini, membuktikan bahwa ada sebagian masyarakat di Indonesia yang masih berparadigma bahwa pendidikan itu bukan hal penting. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah. (rik)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)