Himadikum UMRI Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Banjir dan Longsor di Aek Ngadol

datariau.com
384 view
Himadikum UMRI Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Banjir dan Longsor di Aek Ngadol

DATARIAU.COM - Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Himadikum UMRI) yang tergabung dalam Posko SARMMI, menyalurkan bantuan kemanusiaan hasil penggalangan dana masyarakat Pekanbaru kepada warga terdampak banjir dan longsor di Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil solidaritas rakyat Pekanbaru yang dikumpulkan melalui aksi penggalangan dana, kemudian diwujudkan dalam bentuk perlengkapan alat kebersihan dan alat sholat. Bantuan ini diserahkan langsung kepada warga sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pemulihan pasca bencana.

Himadikum UMRI turut hadir sebagai relawan kemanusiaan dalam proses pendistribusian bantuan di lokasi bencana.

Ketua Himadikum UMRI, Lamhot Gabriel Nainggolan, bersama Lano Rahadian, Muhammad Anto, dan Rabbi Fernanda, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam membantu korban.

Namun di tengah aksi kemanusiaan tersebut, Ketua Himadikum UMRI Lamhot Gabriel Nainggolan menyampaikan pernyataan kritis terhadap pemerintah, khususnya pemerintah pusat, yang dinilai belum menunjukkan langkah cepat dan serius dalam penanganan bencana di wilayah Aek Ngadol.

“Sudah hampir 1 bulan bencana banjir dan longsor ini melanda Aek Ngadol, namun hingga hari ini pemerintah pusat belum menetapkan status Bencana Nasional . Di lapangan, kami masih menemukan rumah warga yang dipenuhi lumpur dan kayu sisa banjir,” tegas Lamhot.

Ia menegaskan bahwa penetapan status bencana nasional adalah upaya untuk pemulihan lebih cepat pascabencana, keinginan rakyat untuk di tetapkan status bencana nasional bukan berarti rakyat menganggap pemerintah tidak hadir seperti pidato yang di sampaikan oleh sekretaris kabinet mayor Teddy Indra Wijaya.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir secara penuh dalam menjamin keselamatan, kebutuhan dasar, serta pemulihan kehidupan warga terdampak.

Himadikum UMRI menegaskan akan terus mengawal isu kemanusiaan ini serta mendorong agar penanganan bencana di Aek Ngadol mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)