BENGKALIS, datariau.com - Dalam upaya pembinaan desa dan membuka peluang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) desa, Universitas Riau (UNRI) melalui Tim Pengabdian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis bersama mahasiswa kuliah kerja nyata Kukerta Merdeka Belajar Kampus Merdeka MBKM Universitas Riau 2024 mengadakan pelatihan pembuatan batik ecoprint yang memanfaatkan daun mangrove.
Desa Buruk Bakul merupakan salah satu desa di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, secara geografis terletak di wilayah pesisir Pulau Sumatera. Karena letaknya yang strategis itu, desa ini dianugerahi hutan mangrove yang luas dan subur. Namun, potensi besar dari ekosistem mangrove ini belum dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat setempat.
Melihat peluang ini, sebuah inisiatif diluncurkan untuk mengoptimalkan potensi mangrove melalui kegiatan pelatihan ecoprint. Ecoprint merupakan teknik mencetak motif alami pada kain menggunakan bahan-bahan organik, ecoprint juga merupakan salah satu program pilihan yang tepat untuk memanfaatkan daun mangrove sebagai bahan baku alami untuk kerajinan tangan seperti membuat batik yang telah banyak berkembang di Indonesia.
Teknik ecoprint tidak terlalu sulit dilakukan, namun memerlukan ketelitian, ketekunan dan kesabaran untuk memperoleh hasil yang optimal dan berkualitas. Selain itu, jika dilihat dari tema awalnya adalah ”Green Economy”, maka sesuai dengan program pemerintah Indonesia, pemanfaatan sumberdaya alam harus juga memperhatian kelestariannya. Jadi harus ada keseimbangan antara usaha pemanfaatan dan pelestarian.
Pelatihan ini juga bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat tentang nilai ekonomis dari hutan mangrove, selain fungsinya sebagai pelindung pantai dari abrasi. Dengan menggunakan daun mangrove sebagai bahan baku utama dalam pembuatan ecoprint, diharapkan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat, sehingga tercipta ide atau produk-produk yang memiliki nilai jual tinggi sekaligus mendorong pelestarian ekosistem mangrove.
Kegiatan ini didanai melalui dana DIPA LPPM Universitas Riau tahun 2024. Pj Kepala Desa Buruk Bakul, Hasanudin SE menyambut baik kegiatan ini dan mengharapkan masyarakat dapat mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk batik ecoprint mangrove.
Melalui kegiatan ini, Desa Buruk Bakul diharapkan dapat berpotensi menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis mangrove bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Bengkalis. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah pesisir.
Pembuatan batik ecoprint berbasis daun mangrove ini telah dilaksanakan pada Rabu dan Kamis (31 Juli-1 Agustus 2024) di Aula Kantor Desa Buruk Bakul. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNRI yang terdiri dari Prof Dr Ir Nursyirwani MSc selaku Ketua, Dr Dessy Yoswaty Spi MSi, Dr Drs Syahril Nedi Msi, Dr Dra Windarti MSc, Dr Alfiati Silfi SE MSi Ak dan Evfi Mahdiyah SKom MIT.
Bekerjasama dengan mitra KPM Sekat Bakau yang dipimpin oleh Khaidir Air SPi MSi dan melibatkan mahasiswa Kukerta MBKM yang beranggotakan Muhammad Akmal (Ketua), Intan Purnama Sari, Yuni Sukma Dewi, Najiyya Sahilda Lubis, Eka Pranata, Wahyu Ikma Ramadhani, Tiara Utami, Elfahra Dyta Putri Desvinda, Ratih Okta Saputri dan Icha Regina Situmorang.
Acara ini dibuka oleh perangkat Desa Buruk Bakul Muhammad Nizar sebagai Kasi Pemerintahan dan narasumber Tuti Kelana dari Kelompok Tani Wanita Makmur Jaya (KTWMJ) Desa Temiang, Kecamatan Bandar Laksamana.
Pelaksanaan pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga di Desa Buruk Bakul. Selama dua hari kegiatan, ibu-ibu peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Hal ini ditunjukkan dengan keaktifan ibu-ibu yang hadir dalam sesi tanya jawab dan pada saat praktek pembuatan ecoprint tersebut.
Selain memberikan pemaparan materi, Tuti Kelana selaku narasumber juga memberikan kesempatan kepada ibu yang hadir untuk mempraktekkan secara langsung proses pembuatan ecoprint.
”Dengan diadakannya program pelatihan ecoprint ini, diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat Desa Buruk Bakul untuk mengembangakan ide-ide baru dengan memanfaatkan hutan mangrove sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan lainnya,” ujar Khaidir Air selaku Ketua Tim Sekat Bakau 2024. ***