Bersama Masyarakat Desa Muaro Sentajo, Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Adakan Tradisi Turun Mandi Jalur Menuju Batang Kuantan

datariau.com
1.211 view
Bersama Masyarakat Desa Muaro Sentajo, Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Adakan Tradisi Turun Mandi Jalur Menuju Batang Kuantan

DATARIAU.COM - Masyarakat Desa Muaro Sentajo beserta Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI antusias dalam agenda Turun Mandi Jalur Dubalang Mudo Parisai Nagori menuju Batang Kuantan Kecamatan Sentajo Raya, Sabtu (17/8/2024) siang.

Masyarakat juga mengadakan acara Mangonji atau yang lebih dikenal dengan istilah Konji Barayak.

Konji Barayak dibuat dan dihidangkan untuk santapan masyarakat yang kelelahan saat prosesi penurunan jalur menuju Sungai Kuantan.

Proses ini dilakukan ketika sebuah desa membuat jalur (sampan pacuan) yang baru.

Tradisi ini dilakukan turun temurun dijadikan sebagai wadah untuk pemersatu masyarakat di dalam menjalankan kehidupan bersosial.

Pacu Jalur merupakan tradisi budaya turun-temurun yang diwariskan lebih dari 100 tahun oleh nenek moyang masyarakat Kuansing, tepatnya ada abad ke-17.

Seiring berjalannya waktu, jalur-jalur yang digunakan sebagai alat transportasi tersebut semakin berkembang.

Baik itu muncul jalur yang dihias dengan ukiran indah dan khas, dilengkapi payu, selendang, tiang tengah (gulang-gulang), serta lambai-lambai (tempat khusus bagi juru mudi berdiri).

Perkembangan tersebutlah yang akhirnya melahirkan lomba adu cepat antar jalur, atau saat ini dikenal sebagai nama Festival Pacu Jalur.

Sebelum jalur itu dilombakan atau dipacukan (dialek Kuansing) jalur seharus dan semestinya dibuat terlebih dahulu, dengan mencari kayu atau bahan jalur (sampan) di tengah hutan rimba.

Selanjutnya jalur dibuat oleh tukang jalur (si pembuat jalur), setelah tukang jalur selesai membuat jalur, kemudian dikembangkan dalam dialek kuansing disebut dengan melayur jalur.

Melayur jalur adalah proses pengembangan badan jalur dengan metode bakaran atau dibakar.

Setelah selesai dibakar atau dikembangkan, jalur tersebut dihias, diberi motif yang indah, dan siap dilombakan.

Sebelum jalur dilombakan ada satu tradisi di tengah masyarakat Kuansing, tradisi itu bernama turun mandi jalur.

Turun mandi jalur merupakan kali pertama jalur diletakkan di atas air. Sebelum jalur diturunkan di air, jalur atau perahu tadi diangkat dan diantar beramai-ramai menuju batang kuantan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)