Beli Lahan Untuk Bangun SMPN 8 Tambang, Desa Tarai Bangun Akan Pungut Sumbangan dari Warga

datariau.com
1.901.575 view
Beli Lahan Untuk Bangun SMPN 8 Tambang, Desa Tarai Bangun Akan Pungut Sumbangan dari Warga
Nova Rinaldo
Kades Tarai Bangun Andra Maistar saat memimpin rapat.

TAMBANG, datariau.com - Setelah hampir sekian lama tak terdengar tentang kelanjutan pembangunan SMP Negeri 8 Tambang, akhiirnya melalaui musyawarah yang dihadiri Kepala desa Tarai Bangun, BPD, LPM, RT, RW, Kepala Dusun dan tokoh masyarakat menyepakati dilanjutkannya pembangunan SMP Negeri 8 Tambang dibangun di desa Tarai Bangun.

Dalam sambutannya, kades Tarai Bangun Andra Maistar menyatakan bahwa pemkab Kampar sudah menyiapkan anggaran Rp1,2 miliar untuk pembangunan sekolah tersebut, yang terdiri dari satu ruang kantor, satu ruang perpustakaan, satu ruang UKS dan tiga ruang belajar.

Dikatakan kades, pembangunan sekolah ini kemarin terkendala masalah tanah, karena tanah wakaf yang ada hanya sekitar 2500 meter, sementara itu menurut peraturan Mendikbud untuk pembangunan harus ada 6000 meter lahan yang disediakan.

"Wilayah desa Tarai Bangun berbatasan langsung dengan kota Pekanbaru, harga tanah sudah bernilai ekonomis. Berkat kemurahan hati dari keluarga Mardius, beliau menghibahkan sebidag tanahnya seluas 6000 meter di jalan Suka Mulya Dusun 4 untuk dibangun sekolah. Tanah wakaf tersebut hanya untuk 3000 meter, dan 3000 meter lagi diganti rugi 50 ribu rupiah permeter dalam jangka waktu sepuluh bulan," kata Andra Maistar.

Mengingat tanah yang sudah bernilai ekonomis dan luas tanah yang sudah sulit di desa, maka panitia pembangunan sekolah mengadakan musyawarah dengan para perangkat desa dan tokkoh masyarakat pada hari Sabtu 27 Agustus 2016 pagi di aula desa.

Akhirnya musyawarah desa memutuskan tetap melanjutkan pembangunan sekolah tersebut dengan cara meminta sumbangan pada masyarakat untuk pembelian atau sagu hati tanah tersebut, karena kalau tak jadi pembangunan itu maka dana itu akan dikembalikan dan dibangun di tempat lain.

"Kita harapkan partisipasi masyarakat dalam hal ini untuk anak cucu di kemudian hari," himbau kades.

Penulis
: Nova Rinaldo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)