BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kukerta MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Universitas Riau 2024 di desa Prapat Tunggal mengadakan sosialisasi mengusung tema “Meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir dalam pengolahan abon ikan serta strategi pemasaran digital”.
Program ini dilaksanakan di Aula kantor desa Prapat Tunggal Bengkalis oleh Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Kamis (13/8/2024).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh Mahasiswa/i Kukerta MBKM Universitas Riau di desa Prapat Tunggal.
Program ini bertujuan untuk mengenalkan pada masyarakat terutama kelompok UMKM di desa mengenai olahan perikanan, meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan potensi perikanan yang ada di Desa Prapat Tunggal.
Olahan perikanan yang didemonstrasikan yakni abon ikan berbahan dasar ikan tenggiri (Scomberomorus commersoni).
Selain itu, pada program ini, masyarakat serta kelompok UMKM desa juga diberikan sosialisasi tentang pentingnya pemasaran digital melalui platform sosial media dan e-commerce dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM.
Dimulai dari pembukaan oleh MC, Araisyah Wahidah. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Pj Kepala Desa Prapat Tunggal yang dalam hal ini diwakili oleh kepala dusun tua desa Prapat Tunggal.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat desa serta UMKM dapat memanfaatkan potensi perikanan yang ada di desa dengan memproduksi dan memasarkan olahan perikanan lainnya selain kerupuk dan terasi. Kepada seluruh UMKM yang ada di desa dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai salah satu cara pemasaran yang efektif,” ujar Kepala Dusun Tua Desa Prapat Tunggal, Zambri.
Dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ketua kukerta MBKM Universitas Riau, Muhammad Reza Fanzuri.
Kemudian, Pemaparan materi mengenai pengolahan perikanan dan abon ikan disampaikan langsung oleh Yettih Umimaghfiroh dan Eduwin Suwanto.
Pada materi pengolahan dijelaskan beberapa produk diversifikasi yang berbahan dasar ikan dan udang, seperti pempek ikan, abon ikan, amplang udang dan produk perikanan lainnya.
Kemudian pada pemaparan materi kedua disampaikan oleh Nurfazila dan Yoga Putra Ananda mengenai strategi pemasaran digital.
Pada materi yang disampaikan membahas bagaimana cara memasarkan produk olahan kepada khalayak umum dan inovasi pelabelan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
Masyarakat dan pelaku UMKM tampak antusias memperhatikan langkah demi langkah pembuatan abon ikan, beberapa dari pelaku UMKM juga ikut serta aktif dalam mempraktekkan pembuatan abon ikan tersebut.
Yettih Umimaghfiroh selaku tim Kukerta MBKM menjelaskan bagaimana langkah demi langkah pembuatan abon ikan.
Selama abon ikan diolah, anggota tim Kukerta lainnya membagikan abon ikan yang telah diolah sebelumnya untuk dicicipi.
Beberapa komentar positif dari warga dan pelaku UMKM terhadap abon ikan tersebut, beberapa dari mereka ada yang langsung menanyakan resep untuk membuat abon ikan.
Pada kegiatan sosialisasi ini diharapkan sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan potensi perikanan yang ada di desa.
Kemudian memaksimalkan pemasaran produk dengan cara yang lebih efektif melalui platform digital seperti sosial media dan e-commerce, meningkatkan daya tarik konsumen dengan inovasi label yang lebih bervariasi dari sebelumnya.***