Tiga Pelajar SMPN 1 Pasir Penyu yang Diduga Terlibat Kasus Asusila Tetap Lulus, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

datariau.com
3.268 view
Tiga Pelajar SMPN 1 Pasir Penyu yang Diduga Terlibat Kasus Asusila Tetap Lulus, Ini Penjelasan Kepala Sekolah
doc.
SMPN 1 Pasir Penyu.

RENGAT, datariau.com - Sebanyak 214 murid kelas IX SMPN 1 Pasir Penyu yang terdiri dari siswi 126 orang dan siswa 88 orang lulus seratus persen, termasuk tiga murid yang diduga terlibat kasus asusila. Kelulusan terhadap ketiga murid yang berbuat asusila dinilai janggal, bahkan Kepala SMPN 1 Pasir Penyu disebut tidak tegas dalam menegakkan aturan sekolah.

"Sungguh sangat disayangkan, jelas-jelas murid sudah mencoreng nama sekolah dan dunia pendidikan di Kabupaten Inhu atas perbuatan asusila, namun masih dipertahankan oleh kepala sekolah dengan cara meluluskan murid tersebut, seharusnya Kepsek tidak meluluskan ketiga murid tersebut," kata seorang masyarakat, Jumadi, kemarin.

Dengan diluluskan tiga murid yang berbuat asusila, Jumadi menduga ada yang tidak beres alias permainan. Karena pelajar yang diduga terlibat kasus asusila itu hingga hamil dan melahirkan tidak masuk sekolah dalam beberapa pekan lamanya tanpa kabar.

"Karena dalam peraturan sekolah, murid tidak masuk sekolah selama 3 hari hingga 1 minggu tidak ada penjelasan, murid dapat sanksi dan bahkan mendapat denda. Sementara murid yang jelas-jelas terlibat asusila bukan diberikan sanksi, tapi malah diluluskan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Pasir Penyu, Eka Satria saat dikonfirmasi datariau.com mengatakan, untuk kelas IX SMPN 1 Pasir Penyu lulus 100 persen dan kelulusan diumumkan pada hari Jumat (2/6/2017) selesai shalat Jumat sudah melalui rapat majelis guru.

Di singgung mengenai tiga murid yang telah melakukan asusila hingga pasangannya hamil dan 1 siswi yang hamil ikut diluluskan, dan bagaimana mengenai sanksi pihak sekolah terhadap ketiga murid yang telah berbuat asusila tersebut, dan dugaan adanya permainan dengan pihak keluarga murid, dibantah tegas oleh Kepala Sekolah.

"Tidak ada kami lakukan permainan apapun dalam kelulusan terhadap ketiga murid tersebut," jawab Kepala SMPN 1 Pasir Penyu.

"Alasan pertama kami luluskan ketiga murid itu, karena sudah hasil keputusan rapat. Kedua, nilai meraka cukup bagus, dan ketiga, kami tidak mau mematikan karakternya meraka, mereka masih muda dan masa depan meraka masih panjang," terangnya.

"Mengenai sanksi sekolah, saya rasa meraka sudah kena sanksi, karena mereka tidak akan bisa melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi untuk di wilayah Kabupaten Inhu ini," pungkas Eka Satria meyakinkan wartawan.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
Tag:siswi smp
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)