TK Negeri Pembina III Marpoyan Damai Belajar Sekolah Berwawasan Gender di SMAN 4 Pekanbaru

datariau.com
1.920 view
TK Negeri Pembina III Marpoyan Damai Belajar Sekolah Berwawasan Gender di SMAN 4 Pekanbaru
Riki
Tampak rombongan TK Pembina III tengah serius mendengarkan pemaparan dari Kepala SMAN 4 Pekanbaru Nurhafni.

PEKANBARU, datariau.com - Sebagai sekolah yang meraih juara 1 sekolah berwawasan gender, SMAN 4 Pekanbaru menjadi sasaran sekolah lainnya untuk menimba ilmu, baik sekolah lokal maupun sekolah dari luar provinsi.

Seperti pada hari Selasa 13 September 2016 siang kemarin, TK Negeri Pembina III Marpoyan Damai mengunjungi SMAN 4 Pekanbaru untuk belajar sekolah berwawasan gender guna persiapan perlombaan tingkat provinsi.

"Kita terpilih untuk mengikuti lomba sekolah berwawasan gender tingkat provinsi Riau, dari Kota Pekanbaru memang hanya satu sekolah, kemudian dari Bengkalis, dan Inhu," ungkap Nartianis, Kepala TK Negeri Pembina III saat ditemui di SMAN 4 Pekanbaru, kemarin siang.

Dikatakan Nartianis, pihaknya memang direkomendasikan pihak Pemprov Riau untuk mencari referensi sekolah berwawasan lingkungan di SMAN 4 Pekanbaru yang sudah menjadi sekolah juara 1 pada tahun 2015 silam.

"Maka dari itu hari ini kami menggali ilmu di SMAN 4, karena kita tahu sekolah ini yang sudah terbukti berhasil menerapkan sekolah berwawasan gender ini," ulasnya.

Dalam pertemuan itu, Kepala SMAN 4 Pekanbaru Nurhafni dengan hangat menyambut kehadiran rombongan dan memaparkan apa-apa yang perlu dipersiapkan untuk sekolah berwawasan gender.

"Ada sepuluh indokator yang harus dipenuhi untuk menjadi sekolah berwawasan gender ini," kata Nurhafni sambil memperlihatkan kepada rombongan indikator-indikator tersebut.

Diakui Nurhafni, sekolah yang dia pimpin sudah banyak dikunjungi sekolah yang ingin menerapkan sekolah berwawasan gender, baik dari daerah Riau maupun di luar Riau.

"Contoh sekolah gender, meletakkan sesuatu pada tempatnya, umpamanya siswa perempuan mampu menjadi ketua, maka dipersilahkan menjadi ketua kelas, laki-laki mampu kreatif dalam kesenian dan masak-memasak, tidak ada masalah karena sesuai dengan kemampuan," paparnya.

Dalam menerapkan sekolah berwawasan gender ini, kata Nurhafni, pihaknya juga melalui rintangan yang cukup berat, dimana dikatakan SMAN 4 karena dikepalai seorang perempuan, maka mati-matian ingin menerapkan sekolah berwawasan gender.

"Padahal bukan itu, sekolah kita sudah memenuhi indikator dan dinyatakan layak disebut sekolah berwawasan gender. Bagaimanapun sebagai pemimpin kan tetap laki-laki, bukan semuanya bisa dilakukan wanita," pungkasnya.

Penulis
: Riki
Editor
: Zardi
Tag:SMAN 4
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)