BAGANBATU, datariau.com - Terkait adanya sejumlah anak sekolah ikut aksi demo penolakan rumah liar dibongkar oleh Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) pada tanggal 15 September 2017 di Jalan Lintas Riau-Sumut ditangapi oleh Kepala UPTD Bina Pengeloaan Sekolah Kecamatan Bagan Sinembah, H Musab SPd.
Musab mengatakan, bahwa dirinya sudah dapat informasi dari Camat Bagansinembah dengan memberi tahu kepada UPTD Pendidikan berkaitan aksi tersebut.
"Kepada ibu camat udah saya jelaskan terkait pelajar ada ikut aksi belum ada saya dapat informasi. Tapi beri saya waktu sebentar supaya saya koordinasi sama kepala sekolah dulu pada saat itu," ungkap H Musab kepada Datariau.com, Sabtu (16/9/2017) melalui telepon seluler.
Kemudian, lanjut Musab, salah satu sekolah yakni SDN 007 Bagan Batu ia hubungi. Dan memastikan apakah betul ada anak dari sekolah SD tersebut ikut aksi di Jalan Lintas Riau-Sumut.
"Waktu saya sampaikan, kepala sekolah SDN 007 terkejut dia. Dan ia minta saran, kemudian saya sampaikan itu ada ibu camat bersama Upika di lokasi dan coba meluncur kesana dan koordinasi sama dia, setelah itu kapsek langsung meluncur dan jumpa dengan camat. Selanjutnya Kapsek SDN 007 balik ke sekolah dan melakukan kroscek daftar absen seluruh sekolah ke guru-guru," katanya.
"Jadi rupanya dan dapat disimpulkan atau beberapa anak itu orang tuanya terdapat rumah digusur itu. Jadi orang tuanya bilang ngak usah masuk kamu hari ini, kira-kira seperti itulah," katanya lagi.
Lanjut Musab, orang tua pelajar minta ke anakanya jangan masuk sekolah hari itu karena rumah mereka akan digusur.
"Jadi kebetulan anak-anak itu mau ke sekolah dah mengunakan seragam. Dan itu terdiri beberapa sekolah. Selain anak itu sekolah di SDN 007 Bagan Batu, juga ada di SDS Pembangunan Bagan Batu dan di SMP Menunggal dan sekolah lainya yang ada di Bagan Batu," jelas Musab.
"Jadi permasalahanya setelah saya kroscek dengan kepala sekolahnya itu bukan dari sekolah mereka berangkat, tapi anak sekolah itu ikut rumahnya tergusur dan ditahan orang tuanya agar jangan sekolah dulu," jelas Musab lagi.
Menurut UPTD, dari pihak sekolah tidak ada memberikan instruksi agar anak itu ikut aksi. "Saya udah krosecek beberapa kepala sekolahnya dan kepala sekolahnya menyampaikan ke guru juga tidak ada," sebutnya.
Dalam hal ini, UPTD menghimbau kepada orang tua agar anaknya tetap sekolah, karena itu persoalan orang tua jangan sampai anak-anak juga dilibatkan.
"Biarlah orang tua yang menyelesaikanya dan anak-anak jangan ikut aksi-aksi demo atau menolak seperti itu, biarlah diselesaikan orang tuanya sendiri dan orang tua jangan melibatkan anak sekolah, biarlah mereka beri kesempatan di posisinya mengikuti sekolah," pesan Musab.
Dalam hal ini, lanjut UPTD, pada prinsipnya dia sangat mendukung program ini terutama di Kota Bagan Batu depan SDN 001 dan SDN 003 Bagan Batu terlindung sekolah akibat bangunan pedagang disana.
"Harapan kita bagaimana sekolah itu bisa terlihatlah dari jalan dan masyarakat umum bahwa disitu ada sekolah pendidikan. Kesian kita sekolah itu terlindung pemandangan," pungkasnya.