Saudaraku, Bertaubatlah dan Jangan Putus Asa!

datariau.com
4.455 view
Saudaraku, Bertaubatlah dan Jangan Putus Asa!
Ilustrasi

SAUDARAKU, BERTAUBATLAH DAN JANGAN PUTUS ASA!

Abu Hurairoh -radhiyallahu anhu- berkata, bahwa Rasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda :

َ يَضْحَكُ اللَّهُ إِلَى رَجُلَيْنِ يَقْتُلُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ يَدْخُلَانِ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُ هَذَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلُ ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَى الْقَاتِلِ فَيُسْتَشْهَدُ

"Allah tertawa terhadap dua orang dimana yang satu membunuh yang lainnya namun keduanya masuk surga. Yang satu berperang di jalan Allah hingga terbunuh. Kemudian Allah menerima taubat orang yang membunuhnya lalu diapun (berperang) hingga mati syahid".[HR Bukhari no 2614, Muslim no 3504]

📜 Penjelasan Ringkas :

Al-Allamah Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin -rahimahullah- menerangkan :
"Allah Subhanahu wa Ta'ala tertawa terhadap kedua orang tersebut, disebabkan keduanya terlibat permusuhan sengit, hingga salah seorang dari mereka membunuh yang lainnya, kemudian Allah merubah permusuhan tersebut, melenyapkan perasaan dendam, benci dan kedengkian dari dari hati dan jiwa kedua orang tersebut. Sebab penduduk surga, hati mereka bersih dari dendam dan kedengkian, Allah Ta'ala berfirman :

"Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan".[QS. Al-Hijr : 47].

Hal itulah yang membuat Allah ta'jub terhadap kedua orang tersebut, yang sebelumnya benar-benar bermusuhan, Kemudian Allah menganugerahkan hidayah kepada si pembunuh, yang sebelumnya kafir, sehingga bertaubat dan Allah Jalla Jalaluh menerima taubatnya."[Syarhu Riyadhis Sholihin : 1/171].

🎁 Beberapa Faedah Dari Hadits :

1. Penetapan sifat tertawa bagi Allah, yang merupakan sifat tsubutiyah dan fi'liyah, sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya, tanpa melakukan tahrif, ta'thil, takyif dan tamtsil(*).

2. Balasan bagi orang yang syahid (terbunuh dijalan Allah) adalah surga,

3. Kewajiban bertaubat kepada Allah Jalla Jalaluh,

4. Isyarat untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah, dan segera bertaubat, meski telah melakukan dosa besar,

5. Orang kafir jika bertaubat dari kekufurannya, meski telah membunuh seorang dari kaum muslimin, niscaya Allah menerima taubatnya, sebab keislaman menggugurkan apa-apa yang dilakukan sebelumnya berupa kekufuran dan kesyirikan.

Allohu A'lam
______
(*) Tahrif : Merubah nash yang menerangkan tentang sifat Allah, baik lafadz ataupun maknanya,

Ta'thil : Mengingkari sebahagian atau semua yang wajib ditetapkan bagi Allah, dari Asma dan sifatNya,

Takyif : Menjabarkan kaifiyat (cara) atau bentuk sifat Allah Ta'ala,

Tamtsil : menyamakan/menyerupakan ukuran, dzat, dan sifat Allah dengan makhlukNya.

══════ ❁✿❁ ══════
📝 Al-Ustâdz Hilal Abu Naufal Al Makassary

Editor
: Ummu Hakim
Sumber
: Sobat Muslim
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)