DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dari Rumah Plus (KKN-DR Plus) UIN Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus edukasi sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mengajak remaja putri membuat masker scuba di Perumahan Garuda Asta Regency, Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru. Kegiatan dilaksaanakan pada Ahad (2/8/2020).
Dampak yang terjadi akibat adanya pandemi COVID-19 cukup mengimbas dalam beberapa aspek kehidupan, baik itu kesehatan, ekonomi, sosial, dan tidak terkecuali pendidikan. Berbagai macam upaya telah dilakukan demi mencegah terjadinya penyebaran COVID- 19.
Salah satu dari upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan masker. Pemerintah terus menghimbau dan meminta kepada masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker. Baik itu masyarakat yang sedang sakit maupun yang sehat. Himbauan ini juga selaras dengan rekomendasi terbaru oleh World Health Organization (WHO) tentang penggunaan masker di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda sampai saat ini.
?Mengingat bukti yang terus berkembang, WHO menyarankan bahwa pemerintah harus mendorong masyarakat untuk memakai masker di mana ada penyebaran yang meluas dan jarak fisik sulit,? kata Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip Korea Times.
Upaya untuk mendukung pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19, UIN Sultan Syarif Kasim merancang kepedulian COVID-19 atau recovery pasca wabah COVID-19 sebagai salah satu bentuk bidang KKN- DR Plus tahun 2020. Laura Anjani Lubis, salah satu mahasiswa KKN UIN Sultan Syarif Kasim yang tergabung dalam grup 70 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr Muhammad Badri MSi mengajak remaja putri di RT 004, RW 010, Perumahan Garuda Asta Regency, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru untuk membuat masker scuba dengan alat jahit tangan sehingga tidak perlu membelinya. Saat ini, masker menjadi sangat penting karena wajib digunakan disaat berpergian keluar rumah.
?Penggunaan masker disarankan maksimal 4 jam, dan harus diganti dengan yang baru, atau yang bersih.? ungkap dr Reisa Broto Asmoro saat paparan pengendalian COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru di Media Center Gugus Tugas Nasional.
Hingga saat ini, masker banyak diburu masyarakat. ?Saya berkeinginan mengajak remaja putri untuk membuat masker kain jenis spandex yang elastis atau yang lebih dikenal dengan masker scuba. Saat ini masker benar-benar sangat dibutuhkan masyarakat. Pembuatan masker ini bertujuan supaya masyarakat dapat menghemat pengeluaran uang tanpa harus membeli masker secara terus menurus serta masyarakat bisa membuat masker sendiri dengan memanfaatkan kain bekas yang sudah tidak terpakai. Selain itu, kegiatan pembuatan masker ini juga bertujuan untuk melatih keterampilan remaja putri dengan memanfaatkan waktu luang mereka. Masker yang dibuat ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat di RT 004, RW 010, Perumahan Garuda Asta Regency, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru,? papar Laura.
Pembuatan masker dilaksankan secara berkala dan berkelanjutan. Dimulai dengan memberi edukasi tentang pentingnya menggunakan masker di saat pandemi seperti saat ini. Kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat masker scuba. Pembuatan masker scuba diikuti oleh 2 remaja putri di RT 004, RW 010, Perumahan Garuda Asta Regency, Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Pembuatan masker hanya melibatkan sedikit orang karena untuk menghindari kerumunan. Remaja putri yang ikut dalam pembuatan masker scuba merasa sangat senang dan sangat antusias selama proses pembuatan masker.
?Saya sangat senang mengikuti salah satu program kerja KKN yaitu membuat masker. Saya mendapatkan beberapa keuntungan dari mengikuti program ini, salah satunya yaitu saya sekarang sudah bisa membuat masker sendiri dengan memanfaatkan kain bekas yang sudah tidak terpakai. Kesulitan yang saya alami dalam proses pembuatan masker ini yaitu sulit menggunting bagian telinga pada masker karena hanya bermodal kapur jahit sebagai penanda dan gunting sebagai alat untuk menggunting,? ungkap Dina Irmayanti, salah satu remaja putri yang ikut membuat masker scuba.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) grup 70 Dr Muhammad MSi mengatakan, KKN merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Tapi untuk tahun ini dengan adanya imbas COVID-19, LPPM UIN Suska Riau merancang inovasi berupa KKN Mandiri Dari Rumah (KKN-DR Plus). Implementasinya, mahasiswa melakukan KKN dari rumah dengan membuat kegiatan kreatif dan kegiatan sosial.
?Inovasi KKN tahun 2020 ini merupakan bentuk adaptasi kebiasaan baru, di mana pelaksanaan KKN tetap berjalan dengan semestinya namun juga tetap mengikuti protokol kesehatan serta memerhatikan keamanan dan keselamatan bagi mahasiswa,? ujarnya.

?Dengan mengucap syukur Alhamdulillah salah satu program KKN saya telah terlaksana dengan baik, saya juga berharap remaja putri yang telah ikut dalam pembuatan masker scuba terus membuat masker dan tidak berhenti hanya sampai KKN ini berakhir?, ujar Laura.
Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam meyukseskan program KKN-nya tersebut. Terkhusus kepada warga masyarakat RT 004, RW 010, Perumahan Garuda Asta Regency yang telah memberi sambutan hangat serta antusias selama mengikuti program KKN yang dilaksanakan. Terbukti lewat adanya program KKN ini, masyarakat menjadi sadar betapa pentingnya menggunakan masker saat berpergian keluar rumah. (***)
Penulis: Laura Anjani Lubis (Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, tergabung dalam KKN-DR Plus Grup 70)