PEKANBARU, datariau.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau kembali mengadakan acara Pekan Raya Biologi 2018, berlangsung selama sepekan mulai 22-27 Januari 2018 dengan tema "Menuju Generasi Muda Indonesia Berkarakter".
Pesertanya siswa/i SMP dan SMA se-Riau dan Kepri serta mahasiswa seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan di beberapa tempat, seperti Gedung Aula Serba Guna, ruang kelas dan Micro Teaching Kampus Universitas Riau.
Selain menampilkan berbagai macam cabang perlombaan, Pekan Raya Biologi 2018 juga menghadirkan Seminar Nasional bertemakan "Mmbentuk Generasi Berkarakter melalui Revolusi Mental dalam Pendidikan IPA".
Tidak tanggung-tanggung, 2 pemateri sekaligus didatangkan, yaitu Prof Dr Ari Widodo MEd bidang keahlian Pendidikan Sains Universitas Pndidikan Indonesia, serta Dr Hasruddin MPd bidang keahlian Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan.
"Pelaksaaan Seminar Nasional ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Pendidikan Karakter Bangsa telah menjadi Nawacita Presiden Joko Widodo. Dalam Nawacita Nomor 8 disebutkan bahwa kita harus melakukan Penguatan Revolusi Karakter Peserta Didik sebagai Bagian dari Revolusi Mental. Agenda ini sangat perlu karena saat ini tampak adanya kecenderungan kondisi degredasi, moralitas, dan budi pekerti pada bangsa," kata Dhea Oktama Rivaldo selaku Ketua Pelaksana Pekan Raya Biologi 2018, Sabtu (2/12/2017).
Ditahun ini, Seminar Nasional dalam Pekan Raya Biologi 2018 menghadirkan 4 sub tema yang akan diseminarkan, yaitu Pengembangan Karakter Bangsa melalui Pembelajaran IPA, Literasi Sains, HOTs (Higher Order Thinking skill), dan Pembelajaran Biologi Berbasis Kearifan Lokal.
Seminar Nasional kali ini memiliki 5 sasaran peserta yaitu Dosen, Praktisi Pendidikan, Guru, Mahasiswa, dan Pemakalah. Pengumpulan abstrak akan dilakukan pada 15 Desember 2017, dan abstrak terpilih akan diumumkan pada 20 Desember 2017.
"Untuk naskahnya sendiri akan dikumpul pada 25 Desember 2017 dan tahap terakhir yakni presentasi akan dilakukan pada 22 Januari 2018. Apabila peserta ingin mengikuti Seminar Nasional bisa langsung mengirimkan naskahnya dengan formast miss word ke amail: pekanrayabiologi@gmail.com dengan penulisan nama file Nama (Individu/Ketua Tim)," sebutnya.
Selain Seminar Nasional, di tahun ini Pekan Raya Biologi 2018 juga kembali menghadirkan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional dengan mengusung tema "Strategi dan Inovasi dalam Mengoptimalkan Pendidikan Berkualitas Menuju Pembangunan Indonesia Berkelanjutan".
Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap dunia pendidikan di Indonesia, terutama demi pendidikan berkelanjutan. Tidak hanya itu, pelaksanaan lomba LKTI Nasional kali ini juga untuk mendorong pencapaian dan sasaran pembangunan berkelanjutan dalam era Sustainanble Development Goals (SDGs) hingga 2030 berdasarkan arahan dari forum PBB yang telah disepakati pada 2 Agustus 2015.
Adapun dalam materi yang lebih spesifiknya, diusungkan 6 subtema yang akan diperlombakan yaitu Pendidikan Berbasis Inklusif serta Mendorong Kesempatan Belajar Seumur Hidup bagi Semua Orang, Pendidikan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan, Pendidikan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Teknologi Tepat Guna sebagai Langkah Inovatif yang Berkelanjutan dalam Pendidikan, Pendidikan dengan Pendekatan Kearifan Lokal, dan Pendidikan untuk Mendukung Pertumbuhan Industri.
"Berdasarkan subtema yang telah diusungkan, diharapkan mampu meningkatkan dan menggali potensi dalam berinovasi di dunia pendidikan Indonesia. Diharapkan peningkatan pendidikan bagi masyarakat di Indonesia akan memacu pencapaian terhadap tujuan dan sasaran lainnya dalam 17 poin SDGs, terutama untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia Indonesia.
"Dalam konteks pembangunan Indonesia berkelanjutan, dibutuhkan banyak ide-ide kreatif untuk meningkatkan kualitas dan mutu terutama dalam bidang pendidikan. Untuk itu, kami harapkan dengan LKTI Nasional ini mampu menghimpun ide-ide serta inovasi rekan-rekan mahasiswa Se Indonesia untuk dapat berpartisipasi langsung dalam dunia pendidikan kita," terangnya lagi.
Koordinator Proram Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau Dr Hj Evi Suryawati MPd menuturkan, bahwa pembangunan berkelanjutan sangat penting dilakukan untuk peningkatan kesejahteraan di segala bidang.
"Pendidikan merupakan unsur paling esensial dalam kehidupan kita, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas dan inovasi untuk terus mengembangkannya agar mampu mencapai tujuan dari pembangunan Indonesia berkelanjutan itu sendiri, sesuai dengan SDGs 2030," tuturnya.