Murid SMPN 1 Pasir Penyu Dimintai Rp100 Ribu Untuk SKHU

datariau.com
2.884 view
Murid SMPN 1 Pasir Penyu Dimintai Rp100 Ribu Untuk SKHU
Heri

RENGAT, datariau.com - Seorang wali murid SMPN 1 Pasir Penyu kabupaten Inhu, mengaku dimintai Rp100 ribu untuk pengambilan SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian).

Jika ini berlaku untuk semua murid di SMP itu, maka bisa dibayangkan berapa banyak uang, dimana jumlah murid di SMP tersebut yakni 214 siswa.

"Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang sekolah gratis atau tidak ada punggutan itu hanya kata kiasan, buktinya di SMPN 1 Pasir Penyu masih diwajibkan murid untuk membayar SKHU sebesar Rp100 ribu," kata salah seorang wali murid kepada datariau.com, Rabu (21/6/2017).

"Yang kami herankan, mengapa hingga kini Saber Pungli tidak bisa menangkap pelaku pungli-pungli yang marak terjadi di sekolah di setiap penerimaan siswa atau lulusan. Kami sangat berharap sekali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun sekolah di Inhu bisa komitmen dan dengan peraturaan yang udah ditetapan Menteri," ujarnya.

Pungutan untuk SKHU di SMPN 1 Pasir Penyu, Dinas Pendidikan, UPT Pendidikan dan sekolah diharapkan dapat segera kembalikan uang yang sudah dipungut tersebut.

Terkait hal ini, Kepala SMPN 1 Pasir Penyu Eka Satria saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, uang Rp100 ribu itu digunakan untuk foto kopi perlengkapan SKHU.

"Benar, setiap murid wajib membayar Rp100 ribu, karena untuk foto kopi dan lain yang berkaitan dengan SKHU tidak ada biaya atau dana dari Dinas Pendidikan Inhu," terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Inhu AKP Andre Setiawan SH SIk mengatakan, mengenai Pungli yang terjadi di sekolah, pihaknya akan segera menyelidiki indikasi dugaan pungli tersebut.

"Penyelidikan di sekolah kami tidak mau gegabah, karena di sekolah ada tempat pendidikan, jadi kami harus hati-hati," tutupnya.

Terpisah UPT Pendidikan Pasir Penyu, H Umardulis saat dikonfimasi mengatakan, sampai hari ini dirinya tidak tahu adanya kebijakan iuran tersebut.

"Saya belum bisa memberikan penjelasan, saya akan tanyakan dulu pada kepala sekolahnya," singkatnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)