KOTA PADANG, datariau.com - Sekolah Alam Minangkabau adalah model pendidikan holistik yang memanfaatkan alam semesta sebagai media belajar. Demikian diungkapkan Alhas K Ridhwan S IP Kepala Sekolah Alam Minangkabau menjawab datariau.com Rabu (6/3/2019).

Keterangan: Alhas K Ridhwan S IP Kepala Sekolah Alam Minangkabau
Alhas menuturkan, Sekolah Alam Minangkabau yang berada di Jalan Ujung Pandang Nomor 11 Asratek Ulak Karang Kecamatan Padang Utara Kota Padang Sumatera Barat memiliki keunggulan utama berupa pengembangan budaya lokal yang diterapkan dalam kurikulum sebagai brand budaya setempat.
"Tujuannya agar kebudayaan Minangkabau dapat terus diwariskan pada generasi bangsa khususnya anak-anak di usia sekolah," tuturnya.

Keterangan: Siswa Sekolah Alam Minangkabau usai menggambar
Alhas menjelaskan, pendidikan lebih mengutamakan perkembangan minat dan bakat anak dibanding akademis dengan cara memberikan waktu semaksimal mungkin bagi anak untuk mengeksplor ilmu pengetahuan, bereksprimen dan berkarya.
"Proses belajar menggunakan metode mengajak siswa belajar secara menyenangkan mengingat usia belajar TK, SD dan SL lebih senang bermain," jelasnya.

Keterangan: Fasilitator Sekolah Alam Minangkabau
Untuk itu, sebut Alhas, sekolah Alam Minangkabau menerapkan sistem belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar mengingat potensi siswa yang harus dimaksimalkan melalui berbagai metode.
"Kami menghadirkan suasana kekeluargaan di dalam sekolah, meskipun siswa berada di sekolah mereka tetap merasa nyaman, karena sekolah sudah menjadi keluarga mereka," sebut Kepsek lulusan Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas itu.
Kehadiran Sekolah Alam Minangkabau sambung Kepsek, mengusung tema khusus dalam mewujudkan sekolah yang sukses menghasilkan agen perubahan berbudaya Minangkabau berasaskan Rahmatan Lil Alamin.
"Membentuk manusia yang humanis, berbudi luhur dan cinta tanah Air sekaligus mampu menjadi tauladan untuk selalu sehat secara jasmani dan rohani dengan tujuan mengembalikan tujuan penciptaan hakiki manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi," terangnya.
Sekolah Alam Minangkabau telah berumur 13 tahun sejak didirikan pada tanggal 26 Februari 2006 hingga saat ini tetap konsisten memegang teguh komitmen 'Mambangkik batang tarandam'.

Keterangan: Fasilitator Sekolah Alam Minangkabau
"Kami terus berupaya menularkan nilai-nilai yang berbudaya dan positif pada siswa mulai dari tingkat TK yang berjumlah 15 orang, SD 45 orang dan SL sebanyak 7 orang siswa, untuk itu kami membuka pendaftaran, mari bergabung di sekolah alam. Kami buka pendaftaran untuk tahun ajaran 2019-2020," papar pria kelahiran Bukittinggi, 27 Agustus 1985 itu.

Keterangan: Brosur penerimaan siswa baru Sekolah Alam Minangkabau
Kepsek menambahkan, sebagai sekolah alam operasional sekolahnya bersumber dari donasi beberapa pihak diantaranya, bantuan yayasan, orangtua serta donasi lain yang tidak mengikat.
Novitri SHum Fasilitator Pembelajaran Sekolah Alam Minangkabau menjelaskan, metode yang digunakan dalam proses belajar merupakan penggabungan materi pelajaran dengan unsur kesenangan siswa.
"Kami menggunakan metode khusus agar anak-anak bersemangat dalam belajar seperti memasukkan materi pelajaran berupa games, mengajak anak-anak lebih dekat dengan alam secara langsung dan belajar di bawah pohon," kata Riri sapaan akrabnya.
Pendidikan karakter sebut Riri, dimulai dengan cara menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sekaligus memberikan mereka penghargaan berupa reward agar mereka semakin termotivasi.
"Semoga ke depan fasilitator di sekolah alam minangkabau ini bisa selalu kreatif dan semakin mengkreasikan cara mengajar agar para siswa semakin senang mengikuti pelajaran," jelas fasilitator pembelajaran yang tengah menempuh pendidikan magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang itu.
Sekolah Alam Minangkabau sambung Riri, berupaya menghadirkan suasana kekeluargaan di sekolah, agar siswa lebih maksimal dalam mengikuti proses belajar mengajar.
"Fasilitator di sini tidak hanya sebagai orang tua bagi siswa tapi juga sahabat," pungkasnya.
Alicia salah satu siswa Sekolah Alam Minangkabau mengaku senang bisa belajar di sekolah alam tersebut. Hal itu terlihat dari sikapnya yang sangat antusias mengikuti proses belajar mengajar.

Keterangan: Alicia Siswa Sekolah Alam Minangkabau
"Senang bisa sekolah disini," kata siswa keturunan Prancis itu. (abd)