Mendorong Perkembangan Anak Melalui Pendidikan Keluarga

Admin
359 view
Mendorong Perkembangan Anak Melalui Pendidikan Keluarga
MERANTI, datariau.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti menggelar Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga Tahun 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Grand Meranti Hotel, Jalan Kartini, Selatpanjang, Selasa (30/7/2019).

Kegiatan dibuka langsung oleh Asisten III Setda Kepulauan Meranti, Rosdaner SPd. Ia mengatakan, terobosan ini sebagaimana sudah tertuang pada Permendikbud No 30 Tahun 2017 tentang penglibatan keluarga pada penyelenggaraan pendidikan. Ini merupakan hal penting dan strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan nasional.

"Hal penglibatan keluarga dalam pendidikan sangat memerlukan pola kerjasama yang saling mendukung antara penyelenggara pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Biasa yang lebih kita kenal dengan tri sentra pendidikan," kata Rosdaner.

Secara prioritas, penyelenggaraan pendidikan ini untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Selain itu, untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter anak untuk belajar dan menfasilitasi kebutuhan anak.

"Ini sejalan dengan misi pendidikan keluarga yaitu menjalin kemitraan keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat, untuk membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya prestasi," terang Rosdaner lagi.

Kasi Kurikulum PAUD dan Pendidikan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Siti Wahyuni MPdi menjelaskan, upaya ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pihak yang berkaitan di sekolah, tentang penglibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan untuk mendukung perkembangan anak.

Antara lain sasarannya adalah, pengawas/penilik, kepala sekolah, komite sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, Pendidikan Non Formal, serta organisasi mitra.

"Ada sebanyak 50 peserta yang mengikuti kegiatan bimtek ini. Nantinya akan berlangsung selama 4 hari, dari tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus mendatang," ujar Siti Wahyuni.



Dia juga menerangkan, sebelumnya upaya penyelenggaraan keluarga itu sudah diaplikasikan dalam lingkungan sekolah. Salah satu contohnya seperti, dalam hari pertama orangtua mengantarkan anaknya ke sekolah.

"Itukan sudah kita aplikasikan, hanya saja sebagian besar banyak yang tidak tahu. Padahal itu sudah pelibatan orangtua atau keluarga dalam proses pendidikan. Misalkan pendidikan PAUD, datang orangtua ngantarkan anaknya, ke sekolah bersalaman dengan guru diantarkan sampai depan kelas," terang Siti Wahyuni.

Menghadapi berbagai tantangan dalam pendidikan di era globalisasi, kata Siti, memang butuh strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam artian, posisi komite dan masyarakat itu disinergikan ke pihak sekolah. Tiga sinergi itu dibentuk menjadi segitiga emas, sehingga nanti apa pun tantangannya sudah bisa dibicarakan.

"Masalah teknologi, pasti ada dampak positif dan negatifnya, sehingga membuat anak tidak bisa fokus dalam belajar. Jadi, dengan pertemuan itu nanti bisa saling sharing untuk mencari solusinya. Pemerintah juga akan dilibatkan dalam memecahkan permasalahan tersebut," tambah Kasi Kurikulum PAUD dan Pendidikan Karakter itu.

Dapat disampaikan pula, kegiatan tersebut merupakan program yang digencarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hadir sebagai fasilitator Pusat Pendidikan Keluarga Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Reza. (mad)
Penulis
: Rahmad
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag: