Memasuki Ajaran Baru 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI

Datariau.com
574 view
Memasuki Ajaran Baru  2020/2021,  Madrasah Gunakan Kurikulum PAI

DATARIAU.COM - ?Memasuki tahun ajaran baru  2020/2021,  madrasah menggunakan kurikulum Pendidikan Agama Islam atau PAI dan Bahasa Arab yang baru. Kurikulum tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Agama atau KMA 183 tahun 2019.


Mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah,& kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar dalam rilis yang diterima detikcom pada Sabtu (11/7/2020).


Kurikulum moderasi makin kuat mendapat legitimasi dengan beberapa perubahan KMA untuk pelajaran PAI dan Bahasa Arab. Demikian pula, penghapusan materi khilafah dan jihad dari maple fiqh dialihkan ke maple sejarah dan dibahas dengan perspektif moderasi.


Memangnya Mengapa harus khilafah dan Jihad yang di direvisi? seolah-olah khilafah dan Jihad adalah yang merusak bangsa ini. Padahal persoalan pendidikan bangsa ini karena diterapkannya sistem pendidikan yang sekuler sehingga ada sebahagian pelajar yang hobinya tawuran pergaulan bebas dan narkoba sedangkan khilafah dan Jihad adalah ajaran Islam yang tidak perlu di kotak-katik maknanya


Jika kurikulum baru ini dijalankan, dikhawatirkan akan berakibat pada generasi. Generasi muslim tidak mengenal lagi  ajaran agamanya. Bahkan hal ini sangat menyesatkan generasi. Seharusnya generasi memperjuangkan tegaknya khilafah bisa berbalik menentang ajaran islam dan menyingkirkannya dari kehidupan mereka


Tujuan pembaharuan kurikulum dengan menghapus yang katanya konten ?radikal? ini merupakan bagian dari program penguatan moderasi beragama. Menag katakan dalam buku agama Islam hasil revisi itu masih terdapat materi soal khilafah dan nasionalisme. Meski demikian, buku itu akan memberi penjelasan bahwa khilafah tak lagi relevan di Indonesia. 


Khilafah bukan merupakan ancaman bagi negeri. Justru Khilafah adalah solusi yang akan menjaga dan menyelamatkan negeri Muslim terbesar ini dari kehancuran yang ditimbulkan sistem kapitalisme. Agar terbebas dari segala bentuk penjajahan dan perampasan sumber daya alam yang hingga kini masih mencengkeram. Maka wajar jika musuh Islam begitu berambisi


Khilafah itu ajaran Islam yang tidak bisa dinafikan karena bersumber dari Al Qur'an dan Hadis. Maka bahayanya kurikulum ini akan akan mehilangkan Khilafah bagian dari fikih siyasi (politik) Islam dan akan menghapus Tarikh (sejarah) panjang Khilafah yang menjadi puncak peradaban Islam. Artinya penghapusan konten ?radikal? di 155 buku pelajaran Agama Islam adalah penghapusan Ajaran Islam itu sendiri.(rls)

Editor
: Samsul
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)