BENGKALIS, datariau.com - Dewasa ini penggunaan pestisida kimia seolah menjadi cara pertama yang dilakukan untuk mengendalikan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) yang menyerang.
Pestisida jenis ini banyak digunakan karena mempunyai kelebihan dapat diaplikasikan dengan mudah dan hasilnya dapat dirasakan dalam waktu yang relatif singkat serta diaplikasilkan dalam kawasan yang luas. Namun, penggunaan pestisida kimia dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Pestisida kimia yang digunakan dalam jangka panjang dengan dosis yang banyak dapat berbahaya bagi kesehatan manusia dikarenakan pestisida bersifat polutan dan menyebarkan radikal bebas sehingga dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat.
Residu kimia yang bersifat racun dapat menempel pada produk pertanian dan jika dikonsumsi bisa memicu kerusakan sel, penuaan dini dan munculnya penyakit degeneratif. Bagi petani sendiri akan sangat berbahaya jika menggunakan pestisida kimia tanpa menggunakan prosedur keamanan yang tepat.
Paparan bahan kimia dapat menurunkan kualitas kesehatan mereka secara langsung. Hal ini juga berlaku bagi hewan yang mungkin tak sengaja memakan rumput atau tanaman yang tersemprot pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia juga dapat menyebabkan resistensi OPT (Organisme Penganggu Tanaman), resistensi adalah sifat kebal terhadap bahan tertentu yang diperoleh OPT dari kemampuan adaptasi dan evolusi untuk mempertahankan hidup dari paparan zat kimia.
Oleh karena itu, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental Universitas Riau menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan dan Sosialisasi Peningkatan Ekonomi dari Pestisida Nabati di Balai Pertemuan Desa Pancur Jaya, Kecamatan Rupat, Sabtu (3/8/2019) bertujuan membangun karakter bangsa dengan mengubah cara pikir, pandang dan perilaku masyarakat untuk dapat beralih menggunakan pestisida nabati dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani Desa Pancur Jaya melalui peningkatan produktifitas para petani terhadap tanaman dan penjualan produk dari pestisida nabati.
Pada penyelenggaraan program pelatihan dan sosialisasi ini terdapat 2 sesi, pemaparan materi pada sesi pertama disampaikan oleh Dr Sri Endang Kornita SE MSi selaku Koordinator Wilayah Kuliah Kerja Nyata kecamatan Rupat.
Kemudian, materi pada sesi kedua disampaikan oleh anggota tim Kuliah Kerja Nyata Rischa Nurul Alfath Syam yang memberikan informasi seputar pestisida nabati dan melaksanakan demonstrasi instrumen pembuatan pestisida nabati. Bahan yang dipilih untuk dipergunakan dalam pembuatan pestisida nabati adalah daun pepaya.
Selain daun pepaya mudah diperoleh di sekitar lingkungan,daun pepaya juga berpotensial sebagai pestisida nabati efektif mengendalikan hama ulat, pengisap, aphids, rayap, dan ulat bulu.
Daun pepaya mengandung enzim papain, alkaloid, dan glikosid. Komponen paling aktif dari getah pepaya adalah khimopapain. Residu yang dihasilkan pestisida nabati dari daun pepaya ini lebih mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan.
Selama pelaksanaan program pelatihan dan sosialisasi tersebut berlangsung, petani Desa Pancur Jaya sangat semangat dan mempunyai antusias yang tinggi saat para pemateri menjelaskan. (rls)