Kegiatan Layanan Mini Konseling dan Psikoedukasi Gratis Bagi Anak dan Remaja

752 view
Kegiatan Layanan Mini Konseling dan Psikoedukasi Gratis Bagi Anak dan Remaja
Foto: Ist
Layanan Mini Konseling dan Psikoedukasi Gratis.

DATARIAU.COM - Salah seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau tertarik untuk membuka layanan mini konseling dan psikoedukasi sebagai bagian dari program kerja KKN-DR Plus yang tengah dijalaninya tahun ini. Program ini dipilih karena melihat permasalahan yang ada di lingkungan sekitar seperti penurunan motivasi dan dampak lainnya karena proses pembelajaran yang berlangsung secara online di masa pandemi, ditambah dengan permasalahan pelecehan seksual yang semakin marak terjadi. Berdasarkan permasalahan tersebut mahasiswi ini beranggapan bahwa program layanan konseling dan psikoedukasi ini merupakan program yang tepat dan diperlukan bagi lingkungan sekitar. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Meranti Pandak tepatnya di wilayah RW 02 / RT 03 dan diperuntukkan bagi anak dan remaja diwilayah tersebut.

Kebanyakan anak dan remaja yang melakukan mini konseling mengeluhkan bahwa dirinya mengalami penurunan motivasi belajar selama proses pembelajaran online yang diterapkan selama masa pandemi ini, sehingga untuk mencoba mengatasi permasalahan ini tips yang diberikan adalah:

1. Membuat agenda belajar

2. Menggunakan metode belajar yang paling disukai

3. Hindari sesuatu yang dapat menggaanggu saat belajar

4. Belajar bersama teman agar belajar lebih menyenangkan dan tidak mudah bosan

 

Sedangkan psikoedukasi yang diberikan mengarah pada pendidikan seksual dasar pada anak sejak dini yang bertujuan agar anak dan remaja dapat menjaga diri dan terhindar dari kejahatan seksual yang tengah marak terjadi. Hal-hal  yang jelaskan pada anak-anak dalam psikoedukasi ini antara lain adalah:

?Kita mempunyai empat daerah (zona) pribadi di tubuh kita yang tak boleh disentuh orang dan juga tidak boleh menyentuh bagian tubuh pribadi orang lain juga, keempat daerah itu antara lain adalah mulut, dada, bagian diantara kaki (alat kelamin), dan pantat," jelasnya.

Melalui psikoedukasi ini juga dijelaskan bahwa terdapat sentuhan nyaman dan berbahaya disekitar kita. Sentuhan nyaman kita peroleh dari orang-orang sayang dan perduli kepada kita, seperti pelukan ibu, ayah atau sentuhan dari pemeriksaan dokter yang tentunya juga harus didampingi oleh kedua orang tua kita. Sedangkan sentuhan bahaya adalah sentuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya tidak boleh menyentuh daerah pribadi kita, karna itu salah dan dapat menyebabkan kita merasa malu, jijik, tidak nyaman dan kesal. 

Anak-anak juga diingatkan bahwa apabila ada seseorang yang menunjukkan gambar tidap pantas, atau memaksamu untuk melepas pakaianmu, memegang bagian pribadimu atau miliknya didepanmu, itu semua tidak aman untukmu, karna hal itu dapat menyebabkan sentuhan berbahaya.

Lalu apa yang bisa dilakukan anak-anak bila terjadi hal berbahaya tersebut? anak-anak dapat melakukan tindakan seperti :

1. Beteriak ?Jangan? ataupun ?Tolong?

2. Melakukan perlawanan atau pemberontakan

3. Berlari meminta pertolongan

4. Memberi tahu kejadian tersebut kepada orang yang dipercaya seperti orang tua dan guru

5. Yakinkan orang yang kamu percayai sampai mereka mendengarkanmu

"Dengan memberitahukan kepada orang yang bisa dipercaya seperti papa atau mamamu, kamu bisa menghindari terulangnya kejadian yang buruk kepadamu atau anak yang lain," sebutnya.

Psikoedukasi ini juga mengingatkan dan menekankan agar anak ataupun remaja senantiasa waspada dengan orang-orang yang berada disekitarnya. (rls)

Penulis
: Zumrotun Nisak
Editor
: Redaksi
Sumber
: datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)