Hebat, Santri AIBS Bulan Kamba Sulap Korek Api Menjadi Karya yang Indah

datariau.com
979 view
Hebat, Santri AIBS Bulan Kamba Sulap Korek Api Menjadi Karya yang Indah
Foto: Abdul Kadir
Karya yang indah hasil keterampilan santri IBS.
SUMBAR, datariau.com - Pondok Al Irsyad Islamic Boarding School Bulaan Kamba tengah melaksanakan program melatih keterampilan santri dalam menciptakan kreativitas berupa kerajinan tangan.

Demikian diungkapkan Ust Didit Nurul Hamdi SSI Pimpinan Pondok Al Irsyad Islamic Boarding School (IBS) Bulaan Kamba Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat kepada datariau.com, Kamis (13/12/2018).

"Setelah melalui musyawarah maka dibukalah sebuah kegiatan yang bisa menjadi wadah santri dalam mengembangkan kreativitas dan disepakati menggunakan alat-alat yang mudah diperoleh dan ringan," sebut Pelatih Ekstrakulikuler Silek Harimau di Pondok IBS itu.

Murid dari Datuak Rajo Gampo Alam itu menuturkan, program ekstra di IBS merupakan program pembinaan untuk meningkatkan keterampilan yang ada pada santri.

"Kegiatan ini baru berjalan sekitar dua semester dan Alhamdulillah mendapat apresiasi dari para santri," papar lulusan UIN Jakarta itu.

Srihartetti SPd Wakakurikulum Pondok Al Irsyad Islamic Boarding School Bulaan Kamba berharap, prakarya santri dapat terus dikembangkan dan menjadi pemicu semangat santri dalam meningkatkan potensi diri.

"Kami tidak menyangka hasil kerajinan tangan santri bisa sebagus ini kita berharap semua pihak terutama guru dapat memberi motivasi pada bakat yang ada pada santri," harap lulusan Pendidikan Ekonomi UNP itu.

Afriyanti santri potensial IBS mengaku, dalam menghasilkan karya berupa kincir air memerlukan kesabaran dan ketekunan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

"Untuk membuat kincir air memerlukan 8 bungkus korek api ukuran besar atau 80 kotak kecil kotak api. Ini tentu harus dikerjakan secara sabar," sebut santri kelas IXA itu.  

Yanti mengaku, dalam proses membuat kincir air sangat diperlukan kejelian dan kehatia-hatian karena apabila kurang teliti maka kincir air yang diharapkan tidak akan pernah terwujud. "Untuk membuat kincir air memerlukan waktu dua hari," sebutnya.

Revvi Mithania S Pd Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia mengaku kagum dan takjum melihat keterampilan yang dimiliki santri.

"Ini bisa menjadi jalan untuk ekonomi kreatif yang digadang-gadang bisa memperbaiki ekonomi bangsa ini," ungkap kandidat magister Universitas Bung Hatta itu.

Menurut Nia sapaan akrabnya, keterampilan santri sudah sangat layak untuk layak dipromosikan ke pihak luar terutama menjadi bagian ekonomi kreatif bagi perkembangan keterampilan santri kedepan.

"Layak dan sangat layak. Seni itu kan sekalian yang memiliki keindahan. Bukan hanya pada puisi prosa atau musik saja. Jadi keterampilan yang santri hasilkan ini sangat layak untuk dipromosikan karena memiliki nilai seni tinggi dan ini patut diapresiasi," tutupnya. (abd)
Penulis
: Abdul Kadir
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)