BOGOR, datariau.com - Cleorisya Ranggi Tsabita merupakan siswi SD Sains Tahfiz Islamic Center Kabupaten Siak kembali mengharumkan nama daerah serta sekolahnya. Cleorisya merupakan seorang siswi kelas VI yang memperoleh Gold Award.
Gold Award yang didapat oleh Cleorisya Ranggi Tsabita itu pada Kategori Individual Contest International Science Competition (ISC) 2019 yang ditaja oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM).
Dimana kegiatan itu dilaksanakan di Darmawan Park Sentul Kabupaten Bogor pada 24-27 Oktober 2019 kemarin. Di ikuti sebanyak 163 peserta dari empat negara yang mengikuti kompetisi ISC ini, diantaranya Vietnam, Filipina, Malaysia dan Indonesia.
Selain itu, kegiatan itu juga terdapat dua kategori lomba yang dipertandingkan dalam ISC 2019 tersebut yakni Individual Contest dan Team Contest.
Ketekunan dan giat dalam belajar merupakan salah satu kunci dari sukses dalam mengukir prestasi. Seperti halnya yang dilakukan Cleorisya ini. Bahkan terkadang harus belajar hingga larut malam.
"Terimakasih kepada orangtua saya yang selalu mendukung saya dalam berbagai kegiatan," kata gadis belia yang biasa dipanggil Cleo tersebut, Ahad (27/10/2019) melalui pesan singkat WhatsApp.
Cleorisya Ranggi Tsabita ini merupakan anak dari pasangan Benny Chairuddin dan Khamelia Destri Anggraini yang diketahui juga piawai dalam bermain piano. Cleorisya pernah membawa pulang sebuah piala dari kompetisi piano yang saat itu di ikutinya.
"Ayo teman-teman, kita bisa bersaing dengan anak-anak dari daerah maupun dari negara lain asalkan kita mau berusaha dan belajar keras, serta tetap terus berdoa untuk mendapatkan yang terbaik," ajaknya.
Benny Chairuddin ayah Cleorisya, hanya sekedar mengarahkan dan memfasilitasi Cleorisya untuk dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.
"Kami percaya bakat hanyalah sebagian kecil dari suatu hasil usaha yang telah dilakukan. Semua butuh proses, perjuangan dan kerja keras dari anaknya sendiri," sebutnya.
Dirinya tidak pernah memaksakan Cleorisya, namun tetapi memberikan kesempatan untuk Cleorisya untuk mengikuti semua kegiatan itu. Mulai dari belajar sendiri, kursus dan pendidikan formal, selama Cleo dapat menikmati dan tidak merasa terbebani maupun tertekan.
"Satu yang kami tekankan kepadanya (Cleorisya) agar mengutamakan pendidikan agama dan karakter, karena itu dasar dan bekal untuk sukses dimasa yang akan datang," jelas ayah kandung Cleorisya Ranggi Tsabita.
Kemudian tetaplah untuk menjadi manusia yang sederhana, rendah hati, suka menolong orang, jujur, menghormati semua serta dapat menerima kekurangan dan kelebihan orang lain.
Meski baru kelas VI SD, tetapi sederet prestasi yang diraih Cleorisya di tingkat daerah, nasional maupun internasional. Seperti halnya dalam mengikuti lomba Piano, menggambar bercerita, vocal, Olimpiade Sains Nasional, juara Olimpiade Bahasa Inggris.
Kemudian Finalis Nasional lomba mendongeng FL2N, Finalis Nasional Olimpiade Sains kuark dan masuk dalam Tim KPM dan mewakili Indonesia dalam mengikuti International Math and Science Olympiad (IMSO) di Vietnam pada November mendatang.
Selain itu Kedua orang tua Cleo selalu berpesan agar membiasakan diri menerima kegagalan dan tidak cepat puas terhadap keberhasilan serta menghargai semua usaha apapun hasilnya.(*r/hp)