Gaji Banyak, Tidak Berkah Lenyap Entah Kemana..

datariau.com
2.615 view
Gaji Banyak, Tidak Berkah Lenyap Entah Kemana..
Ilustrasi

DATARIAU.COM - Dahulu saya menyangka menyelisihi cara makan ala Nabi shalallahu alaihi wa sallam itu akan mengurangi keberkahan makanan yang kita makan saja, tidak lebih. Ternyata hal tersebut juga menjadi sebab utama hilangnya keberkahan rizki secara umum dan meluas.

Al-Imam Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin Al-Albani -semoga Allah senantiasa merahmati beliau- menyatakan :

"Di antara hal yang teramat sangat disayangkan adalah ketika engkau melihat banyak kaum muslimin hari ini terutama yang terpengaruh oleh budaya barat serta kebiasaan orang-orang eropa.

Syaithan telah mencuri sebagian dari harta mereka bukan dengan cara dipaksa, namun dengan kerelaan mereka sendiri.

Dan tidaklah hal itu terjadi melainkan karena kebodohan mereka terhadap sunnah serta ketidakpedulian mereka terhadapnya.

Bukankah mereka berpecah belah di meja-meja makan mereka, masing-masing makan dengan piringnya sendiri dengan tanpa ada kondisi darurat yang mereka temui.

Tidak ada yang menyertainya makan bersamanya minimalnya orang yang ada di sebelahnya.

Demikian pula ketika suapan jatuh, mereka merasa jijik untuk memungutnya, membersihkannya dari kotoran lalu memakannya.

Ada di antara mereka yang sok pintar dan suka ngeles, tidak membolehkan perbuatan tersebut dengan alasan makanan itu telah tercampur dengan kotoran, bakteri dan juga mikroba yang buruk.

Anggapan ini telah diruntuhkan oleh redaksi awal hadits, 'Hendaknya ia memungut makanan yang jatuh, membersihkannya dan memakannya dan janganlah ia tinggalkan sedikitpun untuk syaithan.'

Kemudian mereka juga tidak menjilati jemari mereka. Sebagian mereka menganggap hal ini sebagai perbuatan orang liar yang tidak tahu aturan makan.

Maka dari itu mereka meletakkan serbet dari kertas tipis di meja-meja mereka yang biasa dikenal dengan nama tisu.

Tidaklah mereka mendapati sedikit sisa makanan di jari mereka, bahkan di mulut mereka, melainkan mesti akan segera dilap dengan tisu tersebut, dan menyelisihi redaksi hadits Nabi shalallahu alaihi wa sallam.

Adapun menjilati piring/nampan wadah makan dengan jari, atau menjilati sisa makanan dengan jari, mereka anggap ini sebagai perbuatan yang hina sehina-hinanya. Identik dengan sifat bakhil dan rakus ketika makan.

Tidak mengherankan jika itu terjadi pada orang yang belum pernah mendengar hadits ini. Yang justru mengherankan adalah orang yang menganggap hina serta mencibir perbuatan ini sedang mereka telah mengetahui hadits ini.

Di sisi yang lain engkau mendapati mereka bersepakat mengeluhkan hilangnya keberkahan dari gaji dan harta mereka meski sebenarnya gaji dan harta tersebut banyak.

Mereka tidak sadar bahwa sebab dari hal itu adalah berpalingnya mereka dari sunnah Nabi mereka. Serta mengikuti tatacara musuh-musuh agama mereka di dalam tatanan hidup.

Pegang eratlah sunnah.. Pegang eratlah sunnah wahai kaum muslimin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." (QS. Al-Anfal : 24)."

(Sumber -> Silsilah Hadits Ash-Shahihah : 3/395).

Al-Ustâdz Abul Aswad Al Bayaty

Editor
: Ummu Hakim
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)