Fasilitas Pendidikan Minim, Pelajar di Pematang Reba Inhu Belajar di Lantai

datariau.com
1.334 view
Fasilitas Pendidikan Minim, Pelajar di Pematang Reba Inhu Belajar di Lantai
Riauterkini.com
Para pelajar yang melaksanakan proses belajar mengajar beralaskan lantai karena tidak ada meja dan kursi sebagaimana layaknya.

RENGAT, datariau.com - Kondisi sarana prasarana pendidikan di SDN 028 Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sungguh memprihatinkan.

Sebanyak 90 orang siswa kelas IV harus mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai. Kondisi ini terjadi akibat tiga ruang kelas di sekolah yang berlokasi hanya satu kilo dari pusat pemerintahan kabupaten Inhu ini, tidak memiliki meja dan kursi sebagai sarana pendidikan.‎

Memprihatinkannya kondisi siswa kelas IV SDN 028 Pematang Reba, Inhu yang mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai karena tidak adanya meja dan kursi sudah berlangsung lama. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 028 Pematang Reba Inhu, Rahmaniar, usai memimpin rapat dengan para wali murid, Sabtu (23/7/2016) kemarin.

"Inilah kondisinya pak, sebanyak 90 orang siswa kelas IV di tiga kelas yang ada ini terpaksa belajar di lantai, karena sejak digunakanya ruang kelas ini pada sekitar setahun lalu tidak ada meja dan kursinya," ujarnya.

Kondisi belajar mengajar yang memprihatinkan bagi siswa kelas IV di tiga ruang kelas ‎ini sebenarnya sudah kerap diberitahukan pihak SDN 028 Pematang Reba, Inhu, kepada para pemangku kepentingan di Kabupaten Inhu, seperti Dinas Pendidikan (Disdik) Inhu UPTD serta DPRD Inhu. Namun kondisi memprihatinkan ini masih terus berlangsung hingga saat ini.

"Tidak adanya kursi dan meja bagi siswa kelas IV di tiga ruang kelas ini sudah sering kami beritahukan kepada Disdik Inhu melalui proposal resmi, demikian juga pada UPTD. Kepada DPRD Inhu Juga sudah diketahui, karena ketua komite kami anggota DPRD Inhu yang juga menjabat Ketua Komisi II. Namun hingga saat ini kondisi belajar siswa ini masih tetap di lantai, bahkan untuk papan tulis saja kami beli sendiri dari dana BOS," ungkapnya.

Ditambahkan Rahmaniar, dirinya berharap agar kondisi siswa yang belajar dilantai ini dapat cepat diatasi. Karena sesuai kebutuhan, sarana belajar mengajar berupa meja dan kursi mutlak dibutuhkan siswa, agar konsentrasi siswa dalam menerima pelajaran tidak terganggu akibat harus membungkuk dan telungkup ‎saat menulis maupun membaca.

Sementara itu Kabid Sarana dan Prasarana Disdik Inhu, Ardi Chan saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa pengadaan meubeler untuk sekolah pada tahun ini sangat sulit dilakukan, karena anggaran pengadaan maupun fisik di Disdik Inhu sebagian besar terkena rasionalisasi.

"Kalau untuk APBD 2016 ini, pengadaan meubeler bagi sekolah sangat sulit diwujudkan, karena anggaran pengadaan maupun fisik yang dianggarkan Disdik dalam APBD 2016 sebagian besar terkena rasionalisasi. ‎Kami ikut prihatin melihat kondisi SDN 028 ini, mudah-mudahan pada APBD 2017 situasi sudah membaik dan tidak ada lagi rasionalisasi, agar pengadaan meubeler bagi sekolah dapat diwujudkan," jelasnya.

Editor
: Riki
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)