Desa Tarai Bangun Kekurangan SMP, Sekolah yang Akan Dibangun Terancam Gagal Pula

datariau.com
2.021 view
Desa Tarai Bangun Kekurangan SMP, Sekolah yang Akan Dibangun Terancam Gagal Pula
Nova Rinaldo
Para aparat desa saat rapat pembangunan SMP di desa Tarai Bangun.

TAMBANG, datariau.com - Ratusan calon siswa dan orangtua murid memadati halaman SMP Negeri 4 Tambang pada Kamis (23/6/2016) pagi untuk melakukan pendaftaran siswa baru (PSB).

PSB di sekolah ini mulai dibuka tanggal 22-25 Juni 2016. Menurut Kepala SMP Negeri 4 Tambang, Zulkkifli SPd MSi kepada datariau.com di kantornya, bahwa saat ini sekolahnya hanya menampung sekitar 11 rombongan belajar atau sekitar 330 orang siswa.

Dikatakan Zulkifli, bahwa pada hari kedua pendaftaran siswa, formulir pendaftaran yang disediakan panitia sebanayak 400 examplar sudah habis dan panitia terpaksa menambah formulir pendaftaran tersebut sekitar 100 eksamplar lagi, kareana diperkirakan masih banyak siswa yang akan mendaftar.

"Baru pada hari kedua pendaftaran siswa baru, hampir 400 formulir habis dibagikan, sementara itu pendaftaran akan ditutup pada tanggal 25 Juni 2016 atau hari Sabtu, kita akan tambah sekitar 100 eksamplar lagi," ujarnya.

Disebutkan Zulkifli, keberadaan SMP Negeri 4 Tambang tersebut merupakan satu-satunya sekolah menengah pertama yang ada di desa Tarai Bangun, kecamatan Tambang kabupaten Kampar yang didukung oleh 5 Sekolah Dasar (SD) yang ada, sementara itu siswa sekolah dasar yang menamatkan pendidikannya tahun ajaran ini diperkirakan sekitar 500 orang lebih.

Diterangkan Zulkifli, dalama penerimaan siswa baru ini tidak dipungut biaya, dan juga penerimaan siswa baru diprioritaskan pada warga desa Tarai Bangun yang ditunjukkan dengan Kartu Keluarga. Hal ini dilakukan karena terbatasnya daya tampung sekolah.

Terpisah, Kepala Desa Tarai Bangun, Andra Maistar SSos mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini pertambahan penduduk desa Tarai Bangun sangat signifikan, yang diperkirakan sudah mencapai 23 ribu jiwa.

Sementara itu pertambahan penduduk itu tidak diikuti oleh pertambahan sarana dan prasarana pendidikan.

Menurut Andra, beberapa bulan yang lalu salah seorang warga yaitu Edi Pargo  mewakafkan atau menghibahkan tanahnya sekitar 2500 meter persegi di Jalan Suka Jaya Dusun IV untuk pembangunan SMP baru. Hibah warga tersebut disambut antusias oleh masyarakat desa Tarai Bangun, dan pemerintah pun akan membangun 3 unit sekolah baru di kecamatan Tambang, yaitu SMP Negeri 7 di Kualu, SMP Negeri 8 di Tarai Bangun, dan SMK 1 Tambang di Rimbo Panjang.

Diterangkan Andra, Pemdes Tarai Bangun segera membentuk panitia pembangunan sekolah SMP Negeri 8 Tambang dan segera membersihkan lokasi tanah untuk pembangunan sekolah, karena sekolah itu akan dibangun melalui bantuan keuangan APBD propinsi sekitar sebesar Rp1,2 milyar. Namun harapan masyarakat desa  Tarai Bangun itu terancam gagal karena saat mengurus izin untuk mendirikan sekolah tersebut di Dinas Pendidikan kabupaten Kampar menyatakan, ada aturan atau ketentuan dari Kementrian Pendidikan yang menyatakan bahwa untuk sekolah  menengah harus lebih dari 6000 meter persegi.

Dijelaskan Andra, karena tidak sesuainya luas tanah hibah dengan ketentuan tersebut, maka keberadaan SMP Negeri 8 Tambang di desa Tarai Bangun terancam gagal. Dikatakan Andra harga tanah di desa Tarai Bangun saat ini sudah mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, dan kalau ditaksir harga tanah hibah untuk sekolah itu sekitar Rp250 juta, dan sangat sulit mencari lahan luas dan kosong di desa ini karena sudah dijadikan perumahan.

Sementara itu, Yusrizal yang merupakan tokoh masyarakat desa tarai Bangun menyatakan bahwa seharusnya pemerintah kabupaten Kampar dapat mengambil kebijakan terkait pembangunan SMP Negeri 8 Tambang di desa Tarai Bangun, karena desa ini merupakan pintu gerbang kabupaten Kampar dan penyangga kota Pekanbaru sebagai ibukota propinsi Riau, sehingga harga tanah di desa “satelit” ini tentu berbeda dengan harga tanah di wilayah lain.

"Desa ini sudah seperti kota, harga tanah sudah sangat tinggi, jadi aturan luas tanah yang dipakai tentu sesuai dengan aturan luas tanah dalam kota untuk membangun sekolah, pemerintah harus mencarikan solusi dalam masalah ini, karena kemana sisa 200 orang anak yang tidak tertampung di SMP yang ada saat ini sekolahnya?" tanya Yusrizal.

Penulis
: Nova Rinaldo.
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)