"Setiap Hari, Siswa Miskin Itu Ditanya Kapan Pindah Sekolah"

datariau.com
1.852 view
"Setiap Hari, Siswa Miskin Itu Ditanya Kapan Pindah Sekolah"

RENGAT, datariau.com - Seorang siswa miskin mengalami perilakuan tidak baik dalam dunia pendidikan, dimana pihak sekolah seakan-akan alergi dengan siswa miskin ada di sekolah itu.

Hal ini terjadi di salah sekolah di SD Negeri di Kabupaten Indragiri Hulu-Riau. Dimana, seorang siswa yang masih duduk di bangku kelas 1 harus hengkang dari sekolah itu karena merasa tidak nyaman lagi perlakuan sekolah kepadanya yang diketahui dari anak kurang mampu dalam hal materi ini.

"Benar sekali, seorang guru tanpa alasan yang jelas seakan mengusir siswanya karena setiap jumpa menanyakan kapan akan pindah dari sekolah kepada salah seorang murid yang masih duduk di bangku kelas 1," kata seorang sumber yang ada di sekolah tersebut, Sabtu (16/7/2016).

Tak kuat atas perlakuan yang kurang menyenangkan dari gurunya, orang tua murid beberapa waktu lalu mendatangi pihak sekolah dan orangtua murid sempat mengamuk di sekolah tersebut dengan mengatakan, "Jangan mentang-mentang saya orang susah diperlakukan seenaknya saja."

"Pada akhirnya orangtua bocah miskin tersebut memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain, karena setiap hari ditanya kapan akan pindah dari sekolah tersebut menyebabkan si anak tak mau lagi ke sekolah," terang sumber itu lagi.

"Kita sangat menyesal sekali dengan tidakan guru maupun kepala sekolah yang membeda-bedakan siswa antara anak orang kaya dan anak orang miskin. Untuk mendapatkan ilmu tidak harus anak orang kaya," keluhnya.

Belakangan diketahui, kepala sekolah yang bersangkutan disebut-sebut memiliki hubungan kekeluargaan dengan salah seorang pejabat penting di Pemkab Inhu. Sumber juga mengungkap adanya iuran Rp120 ribu persiswa dengan memastikan adanya bukti-bukti lengkap.

Sampai saat ini, pihak sekolah yang dimaksud belum bisa dikonfirmasi. Meskipun demikian, kejadian ini telah membuat buruk dunia pendidikan, bahwa pendidikan yang baik itu hanya bisa dinikmati orang kaya, sementara si miskin hanya bisa menonton saja sambil mengais barang-barang bekas di pinggiran jalan dengan pakaian kumuh.

Penulis
: Heri
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)