Kantor Pemerintahan di Riau Sudah jadi Tempat Evakuasi Warga Dari Asap

1.169 view
Kantor Pemerintahan di Riau Sudah jadi Tempat Evakuasi Warga Dari Asap
Ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Seiring bertambah buruknya kualitas udara di Provinsi Riau hingga Sabtu (24/10/2015) sore dengan ISPU 582,54 ug/m3 pada level Berbahaya, maka masyarakat butuh tempat evakuasi.

Meskipun sore Sabtu itu diguyur hujan pada beberapa daerah di Provinsi Riau, namun tidakmembawa perubahan berarti karena titik api bukan di Pekanbaru atau Riau melainkan asap ini adalah asap kiriman.

Maka Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Walikota Pekanbaru Firdaus MT, sudah mengambil keputusan gedung pemerintahan ini menjadi posko evakuasi bagi anak-anak dan ibu hamil agar tidak terpapar kabut asap.

Ada tiga gedung pemerintahan yang jadi tempat evakuasi, yakni Ruang Selindit Kediaman Gubernur, Aula Kantor Walikota dan Aula Kantor Dinas PU Provinsi Riau.

Pimpinan Satkorlak Penanggulangan Dampak Kabut Asap Kota Pekanbaru Burhan Gurning mengatakan, bahwa ketiga gedung penting di Provinsi Riau dan Pemko Pekanbaru tersebut saat ini sudah dalam kondisi siap dan siaga dengan fasilias ruangan yang lengkap seperti AC, pembersih udara (air purifier), tempat tidur, dan logistic lainnya termasuk konsumsi.

"Pak Gubernur dan Pak Walikota sudah mengintruksikan kepada kita di setiap tingkat sesuai kompetensi dan kewenanan untuk membuka posko evakuasi di kediaman gubernur, kantor Walikota dan Kantor PU di Jalan SM Amin Arengka 2. Saat ini seluruh fasilitas sudah tersedia dan petugas dari kesehatan serta dari BPBD kota dan provinsi pun sudah siaga 24 jam," kata Burhan, Ahad (25/10/2015).

Gurning menjelaskan, tiga posko ini berbeda dengan posko evakuasi balita yang sudah ada di tiga kecamatan yaitu Sidomulyo Tampan, Karya Wanita Rumbai, dan Tenayan Raya, dimana ketiga posko itu hanya diperuntukan bagi balita saja.

Sedangkan khusus tiga posko induk di Kediaman Gubernur, Kantor Walikota dan Dinas PU diperuntukan bagi semua kalangan mulai dari balita, anak-anak, ibu hamil dan kalangan lainnya dari keluarga miskin yang memerlukan evakuasi.

"Sifatnya tetap pencegahan dan atau pemulihan. Prosedurnya masih tetap sama. Dimana masyarakat harus menghubungi pihak puskesmas maupun puskesmas pembantu terdekat, selanjutnya pihak puskesmas akan mengarahkan dan mengantarkan langsung ke posko evakuasi yang dimaksud," tutupnya. (syi)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)