Tingkatkan PAD, Bupati Rohil Ingin Data Ulang Sumber Pajak

datariau.com
2.081 view
Tingkatkan PAD, Bupati Rohil Ingin Data Ulang Sumber Pajak
Samsul
Bupati Rohil saat menghadiri halal bihlal yang dibuat oleh Kepala Dinas Pendidikan di Baganbatu, Kamis (20/7/2017).

BAGANSINEMBAH, datariau.com - Bupati Rokan Hilir H Suyatno mengatakan bahwa harga minyak dunia masih merosot tajam.

Saat ini, APBD Rohil Rp1,5 triliun, dari total APBD itu, Rp800 miliar untuk gaji dan tidak bisa diotak-atik, untuk gaji honor Rp150 miliar dan masih banyak yang lainya bayar untuk kecamatan, dinas dan lainya.

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir saat ini berupaya bagaimana hasil pendapatan daerah (PAD) bisa meningkat di Rohil. Dalam hal ini, Bupati Rohil mengajak masyarakat Rohil taat untuk bayar pajak.

Dirinya mengakui bahwa banyak data di lapangan tidak cocok dengan di dinas terkait dan itu perlu didata ulang kembali dan harus sinkron. Dengan demikian ia memberikan contoh kepada dirinya peribadi dalam taat pembayaran pajak.

"Saya berikan contoh, ini contoh saya dulu, di rumah saya Jalan Madrasah saya kena bayar PBB sebesar Rp12.500 selama satu tahun, yakin nggak bapak ibu rumah saya kena-kena Rp12.500 setahun, rumah tepi jalan agak bagus, tanahnya lumayan luas, kena PBB sebesar Rp12.500," kata Bupati Rohil saat menghadiri halal bihlal yang dibuat oleh Kepala Dinas Pendidikan di Baganbatu, Kamis (20/7/2017).

Masih kata Bupati, pada waktu itu ceritanya, ia biarkan petugas mengambil uang PBB sebesar Rp12.500 itu. Pada saat itu ia masih menjabat Wakil Bupati. "Tapi, kita mempunyai tanggung jawab  bagaimana kita mendapatkan pemasukan sumber-sumber dari itu, saya tidak terima, akhirnya saya panggil petugas dan cek ulang kembali ukuruan segala macam di lahan saya dan rumah, setelah itu meningkat menjadi Rp35.000 per tahun dari Rp12.500.  Itu contoh pribadi saya. Dan kemungkinan banyak seperti saya ini di lapangan dan makanya PAD tidak meningkat," cerita Yatno.

Jadi untuk meningkatkan PAD Kabupaten Rokan Hilir, lanjut Bupati, ia sudah bincang-bincang dengan Ketua DPRD Rohil dan Wakil Bupati. "Ada rencana kami mau memutihkan  semua dan jangan ada lagi, tapi harus didata satu persatu di rumah-rumah penduduk itu dan dicek kembali," ujarnya.

"Saya yakin dengan cara seperti itu kesadaran masyarakat meningkat setelah didata ulang dan dilakukan pengukurang kembali oleh petugas dengan cara ini bisa tahu, mana yang luas dan kecil lahan dan bangunan masyarakat," saran Bupati.

"Kondisi yang terjadi saat ini di lapangan adalah seperti contoh saya punya tanah punya rumah, pak Ketua DPRD juga punya tanah punya rumah berendeng, itu kok PBB pak Ketua DPRD kecil, rumahnya besar tanahnya luas kok bayaran kecil, lah saya tanahnya kecil rumahnya sederhana kok bayarnya besar, yang seperti ini harus dikaji ulang untuk mendata kembali dan betul akurat dan tidak asal-asal data di lapangan," pintanya.

Orang nomor satu di Rohil ini menyebutkan, bahwa semua ini kesalahan dari pendataan di lapangan. "Saya yakin di Bagan Batu, Bagan Sinembah, Balai Jaya dan Bagansinembah Raya bisa begitu untuk meningkatkan PAD, kalau didata dengan baik bisa meningkat PAD-nya. Lihat, berapa puluh ribu ini rumah, berapa banyak ruko-ruko di tiga kecamatan ini," pungkas Suyatno.

Penulis
: Samsul
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)