Tertibkan Warung Remang KM 4, Datuk Penghulu Bahtera Makmur Siap Bantu Upika Bagansinembah

datariau.com
2.007 view
Tertibkan Warung Remang KM 4, Datuk Penghulu Bahtera Makmur Siap Bantu Upika Bagansinembah
Samsul
Datuk Penghulu Bahtera Makmur Kecamatan Bagansinembah, Narso.

BAGANBATU, datariau.com - Datuk Penghulu Bahtera Makmur Kecamatan Bagansinembah, Narso mengatakan, untuk penertiban warung remang dan rumah liar di wilayahnya sudah diambil alih Pemerintah Kecamatan Bagansinembah bersama Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Bagansinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

"Dalam penertiban rumah liar dan warung remang-remang di KM 4 Bahtera Makmur sudah diambil alih oleh Upika. Sedangkan desa hanya mendukung untuk berantas tempat maksiat itu. Kalau bisa jangan ada lagi tempat maksiat di wilayah Kepenghuluan Bahtera Makmur ini," kata Narso kepada Datariau.com di kantornya, Selasa (5/9/2017).

Lanjut Narso, dirinya sangat mendukung Upika melakukan penertiban rumah liar dan warung remang di Kepenghuluan Bahtera Makmur Jalan Lintas Riau-Sumut itu. "Saya lebih senang jika itu dibersihkan dan kita sambut baik dalam hal ini. Tak hanya itu, masyarakat Bahtera Makmur juga sangat mendukung sekali, terutama ibu perwiritan di Penghulu Bahtera ini. Karena selama ini khusus warung remang udah meresahkan masyarakat setempat," katanya.

Ketika ditanya berapa jumlah warung remang yang berdiri di wilayah Jalan Lintas Riau-Sumut tepatnya di Dusun Bangun Rejo, Kepenghuluan Batera Makmur, ia menjelaskan ada sekitar 10 unit, namun untuk rumah liar banyak yang dijadikan masyarakat tempat berusaha.

Selanjutnya ditanya apakah Desa ada memberikan izin bangunan di wilayah rumah liar dan warung remang, Penghulu membantah, selama dirinya menjabat belum ada satupun ada diberi izin.

"Selama saya menjabat belum ada izin dikeluarkan dari desa. Memang bangunan di sana udah lama sebelum saya menjabat," ujarnya.

Ditanya apakah ada warga Kepenghuluan Bahtera Makmur yang tinggal di pingir jalan dan jadi penghuni warung remang dan ruli disana, penghulu menceritakan bahwa penghuni rumah liar memang ada warga setempat, namun kalau penghuni warung remang tidak ada warga dari Desa Bahtera Makmur. "Semua warga dari luar daerah sini," jelasnya.

Untuk kedepan, lanjut Narso, ia bersama perangkat desa, Dusun, RT dan masyarakat sama-sama memantau di wilayah yang akan digusur. "Nanti sama-sama membantu dan jangan ada lagi bangunan baru kedepan. Malu kita jika ada lagi berjualan disana. Untuk kedepan ditindak tegas agar tak ada yang membangun rumah atau warung remang," tegasnya.

Penulis
: Samsul
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)