Rumah Liar Digusur, Pengangguran di Rohil Bertambah?

datariau.com
1.775 view
Rumah Liar Digusur, Pengangguran di Rohil Bertambah?
Samsul
Samsul Bahri saat menunjukkan lokasi PKL di Batu Enam Bagansiapiapi.

BAGANBATU, datariau.com - Jalanan di Kecamatan Bagansinembah kabupaten Rohil saat ini sudah bersih dari rumah liar, dimana selama ini rumah liar itu menjadi tempat warga berjualan dan ada juga menjadi warung remang-remang.

Namun, atas kebijakan penggusuran itu, dinilai tingkat pengangguran bertambah, karena para penghuni rumah liar sudah kehilangan mata pencarian, mereka tidak bisa membuka warung lagi.

Hal ini di ungkapkan seorang Pedagang Kaki Lima di Baganbatu bernama Samsul Bahri Harahap kepada Datariau.com, Selasa (21/11/2017). Ia mengatakan, bahwa Upika seharusnya melakukan pembinaan dan penempatan terdahulu seperti yang ada di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir.

"Mereka (pedagang-red) di Bagansiapiapi dibina dan ditempatkan oleh Kementrian Koperasi UKM RI dan Dinas UKM Rohil, sedangkan di Baganbatu Kecamatan Bagansinembah tidak ada, dan hanya digusur begitu saja pedagangnya," tegas Samsul.

Menurut Samsul, akibat kebijakan Upika Bagansinembah yang menurutnya tidak berpihak kepada rakyat, menyebabkan mata pencaharian masyarakat hilang secara drastis tanpa adanya solusi dari Upika untuk melakukan relokasi.

"Kalau pemerintah memikirkan rakyatnya, harusnya ada penempatan dahulu barulah direlokasi seperti di kabupaten-kabupaten lainnya," ungkap Samsul.

Lanjut Samsul, penggusuran terhadap para pedagang kaki lima merupakan kebijakan pemerintah yang putus asa atau gagal mengurangi angka kemiskinan dan justru menambah angka kemiskinan.

"Kebijakan terhadap PKL di Baganbatu ini sangat tidak adil, sementara PKL di Bagansiapiapi diperlakukan secara manusiawi," ungkap Samsul kesal.

Senada diungkapkan pedagang lainnya, Sahrijal Sitorus, menurutnya kebijakan Pemerintah atas penertiban dan penggusuran terhadap Ruli dan PKL tersebut dinilai kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.

"Kenapa demikian, karena kebijakan camat ini tak dibarengi dengan solusi. Digusur tanpa dipindahkan di suatu tempat. Inikan menambah masalah namanya," kata Rijal yang sehari- hari sebagai penjahit baju ini di Bagan Batu Kota.

Tak hanya itu, ia merasa kesal terhadap kebijakan Pemcam, bahkan banyak anggota dewan juga yang seakan tidak open dengan jeritan rakyat kecil terkait penggusuran oleh pemerintah kecamatan beserta Upika Bagansinembah ini.

"Kita lihat, selama penggusuran anggota dewan yang sebagai wakil rakyat dari Dapil Bagansinbah tidak nampak batang hidungnya untuk membantu rakyat," kesal Rijal.

Penulis
: Samsul
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)