SELATPANJANG, datariau.com - Program Inseminasi Buatan (IB) atau proses kawin suntik pada sapi Peranakan Ongole (PO) dalam program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan Kepulauan Meranti pada tahun 2016 yang lalu sudah membuahkan hasil.
Dimana 704 ekor indukan sapi sudah bunting dan 461 ekornya sudah beranak. Sebelumnya program ini diterapkan kepada 2191 ekor sapi betina produktif. Upaya ini juga diharapkan dapat menambah populasi hewan ternak sapi yang saat ini baru terdapat 3518 populasi pada 320 kelompok.
"Kami mendeteksi sudah hampir ratusan sapi betina yang buntingnya aman untuk diperiksa dan ternyata berhasil setelah dilakukan IB tahun lalu," kata Kasi Produksi Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan Kepulauan Meranti Ifwandi SP, Selasa (25/7/2017), dikutip halloriau.com.
lfwandi menambahkan, untuk memastikan sapi betina bunting tersebut, pihaknya butuh waktu dan proses selama tiga bulan setelah dilakukan IB. Hal ini bertujuan agar aman dan tidak mengganggu pembuntingan.
Lebih jauh dikatakan, dari jumlah tersebut, tidak bisa semuanya dilakukan IB karena ada yang sudah bunting alami.
"Makanya perlu dipilah dan diseleksi. Sejauh mana dan kondisi sapi seperti apa yang bisa dilakukan IB. Jadi tidak sembarangan untuk dilakukan IB," katanya.
Mantan Kasi Pengembangan ternak itu menambahkan bahwa pada tahun 2017 ini akan kembali dilakukan IB kepada 322 ekor sapi.
"Saat ini sudah bisa dipastikan, IB pada tahun 2016 lalu berjalan sukses atau kalau di persentase sebesar 80 persen, untuk tahun 2017 ini akan kembali kita lakukan IB, rencananya awal agustus nanti," katanya.
Menurutnya, program IB ini dalam penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah, dan cepat. Serta memudahkan peternak untuk mendapatkan keturunan ternak sapi yang berkualitas genetik tinggi.
"Dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas ternak sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak," katanya lagi.
Tak hanya itu, tambahnya, kawin suntik pada ternak sapi ini dapat memberikan keuntungan yakni menghemat biaya pemeliharaan pejantan, biaya relatif murah untuk mendapatkan bibit sapi yang bagus. Selain itu, mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina, dan dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik.
"Jadi tak perlu membeli sapi pejantan yang harganya relatif mahal. Dengan itu, program ini juga dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang baik sehingga sperma dari suntikan tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu lama," sebutnya.
Selain itu, katanya, Ini merupakan salah satu cara efektif atau strategi yang perlu dilakukan untuk mewujudkan tercapainya program swasembada daging melalui peningkatan populasi dan produktivitas ternak sapi.
"Ini untuk mendukung program nasional menambah populasi sapi menuju swasembada daging," pungkasnya.